Pelatih Bali United Heran dengan Cara Klub Indonesia Merekrut Pemain: Saya Minta Striker, Eh Malah Disodori Video YouTube - Semua Halaman - Bolasport
Pelatih Bali United Heran dengan Cara Klub Indonesia Merekrut Pemain: Saya Minta Striker, Eh Malah Disodori Video YouTube - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Pelatih Bali United, Johnny Jansen curhat ke media Belanda soal lika-likunya berkarier di Liga Indonesia.
Johnny Jansen direkrut sebagai pelatih Bali United sejak awal musim 2025/2026 usai menyelesaikan musim bersama PEC Zwolle.
Di Bali, dirinya juga memboyong dua asisten langsung dari Belanda.
Bersama Bali United, sang pelatih ingin meninggalkan warisan yang baik untuk tim.
Johnny Jansen ingin berkarier selama 2-3 tahun di Bali.
"Saya ingin sekali tinggal di sini selama dua atau tiga tahun lagi dan meninggalkan jejak saya," ujar Johhny Jansen dalam sebuah siniar bernama Omroep Abe milik Leeuwarder Courant.
"Dan bagi klub untuk membangun kesuksesan itu, akan sangat fantastis," lanjutnya.
Namun, dalam sesi wawancara yang sama, Johnny Jansen kaget dengan cara klub Indonesia mencari pemain baru.
Saat itu, sang pelatih meminta kepada manajemen Bali United untuk mencarikan seorang striker baru.
Sayangnya, Bali United tidak memiliki tim pemandu bakat.
Karena itu, bukannya dapat profil striker yang diinginkan, Johhny Jansen malah disodori video Youtube dan data via Transfermarkt dari seorang agen yang menawarkan calon striker kepadanya.
"Dan akan saya beri tahu: kami tidak punya tim pencari bakat," ujar Johnny Jansen.
"Pemilik kami mendapatkan video YouTube dari agen, beserta detail dari Transfermarkt."
"Lalu dia menghubungi saya dan berkata: kami sedang mencari striker, kan? Apakah ini sesuatu yang menarik ? Begitulah kira-kira prosesnya," lanjutnya.
Selain itu, harapan sebenarnya datang dari pemilik klub saat mencari striker baru.
Sayangnya, sang pemilik malah membawa pemain sayap kiri bertinggi 165 sentimeter dan tidak cocok untuk main sebagai striker.
Karena tidak sesuai dengan keinginan sang pelatih, akhirnya pihak klub membatalkan kontrak dan mendapatkan pemain lainnya yang sesuai profil.
"Terkadang kita mencari seorang striker, dan kemudian pemilik kita yang sangat kaya muncul dengan seorang pemain sayap kiri setinggi 1,65 meter," ujar pria asal Belanda tersebut.
"Dia sama sekali tidak bisa bermain sebagai striker."
"Lalu pemilik klub menjawab bahwa orang seperti itu pasti bisa bermain sepak bola."
"Lalu saya berkata: itu benar, tetapi kami menginginkan seorang striker."
"Kemudian dia berkata oke, membatalkan kontrak, dan pemain baru datang."
"Begitulah cara kami beroperasi. Tetapi bukan itu cara yang saya inginkan untuk bekerja, dan bukan itu cara yang biasa saya lakukan."
Johnny Jansen mengaku bahwa tidak ada klub di Liga Indonesia yang memiliki sistem pencarian bakat yang sistematis.
Karena itu, dirinya berharap Bali United bisa membentuk tim pemandu bakat untuk mencari pemain-pemain dari dalam dan luar negeri.
"Belum ada klub di sini yang mencapai hal itu," ujar Jansen.
"Tapi akan sangat bagus jika kita memiliki seorang pemandu bakat yang bisa mencari pemain di dalam negeri, dan juga yang bisa mencari pemain di luar negeri," lanjutnya.
