PBSI Tak Bongkar Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin, Siapa Duet Daniel? - CNN Indonesia
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menegaskan kondisi Daniel Marthin terus dipantau dan rencana rekan duetnya juga telah disiapkan. Satu hal yang pasti, untuk saat ini, PBSI tidak akan membongkar duet Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Eng Hian mengaku sudah menyiapkan rencana turnamen untuk Daniel. Bukan hanya satu, melainkan sejumlah opsi untuk Daniel.
Satu hal yang disebut Eng Hian, rekan duet Daniel nantinya akan lebih dulu diambil dari yang satu angkatan alias pemain di pelatnas utama. Namun dua duet yang tidak akan dibongkar untuk saat ini demi mencari duet untuk Daniel adalah Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin.
"Kami ambil yang seangkatannya dulu. Kami kan masih melihat nih ada Leo/Bagas, ada Rahmat/Rian. Bagaimana progresnya [dua ganda tersebut], sambil melihat progres kemajuannya si Daniel."
"Kalau partner dengan Pratama kan benar-benar mulai dari nol. Tapi kalau pasangan dengan yang sudah mapan ini kan tidak dari nol banget. Itu [Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin] sejauh ini tidak masuk hitungan untuk dibongkar [demi mencari duet baru untuk Daniel]," kata Eng Hian.
Terkait perkembangan cedera, Daniel terus menunjukkan sinyal positif. Eng Hian menyebut Daniel sudah dalam kondisi baik namun ada beberapa momen gerakan Daniel dalam latihan yang terlihat masih seperti tertahan.
"Daniel (Marthin) kondisinya sudah baik. Cuma saya masih belum bisa me-release Daniel ke pertandingan karena masih ada beberapa gerakan itu yang dia masih tertahan. Secara overall, tim medis pun sudah menyatakan sudah sembuh."
"[Sudah sembuh] cuma kan pasti ada trauma ini. Trauma ini yang saya enggak mau kebawa di jangka panjangnya. Jadi kita hilangkan dulu di latihan, sampai benar-benar kita melihat dari mata pelatih itu gerakannya sudah semuanya normal. Ini ada beberapa gerakan, poin gerakan itu yang dia masih nahan. Kami enggak mau [memaksa tampil turnamen]. Kalau kami paksakan pertandingan, nantinya pasti akan ada trauma panjang," kata Eng Hian.
(ptr/jun)