Michael Carrick dan Disiplin Baru di Manchester United: Sentuhan yang Mengubah Ruang Ganti - Liputan6
Michael Carrick dan Disiplin Baru di Manchester United: Sentuhan yang Mengubah Ruang Ganti
Liputan6.com, Jakarta - Manchester United memasuki fase transisi yang krusial. Di tengah ketidakpastian soal manajer permanen, Michael Carrick justru tampil sebagai figur penentu arah baru klub, setidaknya untuk sementara waktu.
Kemenangan prestisius atas Manchester City akhir pekan lalu bukan sekadar tiga poin. Hasil itu menjadi penanda awal impresif Carrick sebagai pelatih interim Setan Merah, sekaligus membuka kembali harapan bersaing di papan atas Premier League.
United kini berada di posisi kelima klasemen dan berpeluang menembus empat besar saat menghadapi Arsenal, Minggu sore ini. Dengan performa Liverpool yang belum stabil, skenario tersebut bukan sekadar angan-angan.
Namun, kebangkitan ini bukan semata soal taktik di lapangan. Di balik layar, Carrick menerapkan aturan mutlak yang mengubah ritme kerja Bruno Fernandes dan kawan-kawan, dengan disiplin sebagai fondasi utama.
Disiplin Baru Carrick dan Efek Langsung di Lapangan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475837/original/005666100_1768662220-000_932Q8LR.jpg)
Carrick langsung menancapkan otoritasnya sejak mengambil alih kendali tim. Ia menerapkan pendekatan latihan yang lebih ringkas, tetapi dengan intensitas lebih tinggi untuk memaksimalkan fokus dan kesiapan pertandingan.
Langkah ini bertujuan memotong rutinitas yang dianggap terlalu panjang tanpa mengorbankan kualitas. Menurut Daily Mail, perubahan tersebut dirancang untuk menjaga kesegaran fisik sekaligus ketajaman mental pemain.
Respons skuad terbilang positif. Suasana ruang ganti dilaporkan lebih segar, dengan pemain merasa lebih terlibat dan jelas memahami peran masing-masing di dalam tim.
Kehadiran staf pendukung seperti Steve Holland, Jonathan Woodgate, dan Jonny Evans memperkuat pendekatan ini. Carrick menekankan detail tanpa bertele-tele, sebuah aturan tak tertulis yang menuntut konsentrasi penuh selama sesi latihan dan pertandingan.
Warisan Aturan Lama dan Garis Tegas Carrick
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5127340/original/000177000_1739168267-000_36XB4BN.jpg)
Carrick datang ke Manchester United dengan membawa konteks masa lalu yang kompleks. Sebelumnya, Ruben Amorim sempat memberlakukan sejumlah larangan dengan niat memperbaiki profesionalisme skuad.
Amorim melarang pemain menggunakan jeda internasional sebagai liburan, makan di ruang ganti pada hari pertandingan, serta menyederhanakan instruksi agar tidak membingungkan pemain. Namun, strategi itu gagal beradaptasi dengan karakter tim.
Belum jelas apakah Carrick mempertahankan larangan-larangan tersebut. Namun, yang pasti, ia belajar dari kegagalan pendekatan sebelumnya dengan menempatkan kedisiplinan sebagai alat, bukan tujuan.
Pendekatan ini juga tak lepas dari bayang-bayang era Erik ten Hag, yang dikenal sangat ketat dalam urusan disiplin. Mirror pada 2022 mengungkap bagaimana Ten Hag tak mentoleransi keterlambatan, kebocoran ruang ganti, hingga konsumsi alkohol selama pekan pertandingan.
Carrick kini memilih jalur berbeda: aturan sederhana, tegas, dan mudah dipatuhi, demi stabilitas tim di momen genting.
Sumber: Mirror