Market Value Pemain Timnas Indonesia Jay Idzes Meroket, Tembus Rp196 Miliar, - SindoNews
2 min read
Market Value Pemain Timnas Indonesia Jay Idzes Meroket, Tembus Rp196 Miliar
A
A
REGGIO EMILIA - Bek Sassuolo, Jay Idzes, bereaksi usai (market value) nilai pasarnya meroket. Meski naik, pemain Timnas Indonesia itu memilih untuk tetap rendah hati.
Idzes menjadi pilar penting Sassuolo di Liga Italia 2025/2026. Bergabung pada awal musim, bek berusia 25 tahun itu langsung menjadi andalan Fabio Grosso dalam mengawal pertahanan Neroverdi -julukan Sassuolo.
Performanya terus menanjak hingga membuatnya nyaris tak pernah tergantikan di jantung pertahanan Sassuolo. Performanya yang ciamik juga membuat Idzes menjadi salah satu komoditas panas Neroverdi.
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia Dean James Masuk Daftar Pemain Incaran Ajax Amsterdam
Perkembangan positif itu juga membuat nilai pasar Idzes meroket saat ini. Menilik data Transfermarkt, nilai pasar kapten Timnas Indonesia itu mencapai 10 juta euro atau sekira Rp196 miliar. Sekaligus menjadikannya pemain termahal Asia Tenggara.
Kendati demikian, Idzes mengaku tidak begitu memikirkan soal nilai pasarnya yang meroket. Baginya, yang terpenting adalah tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan. Dengan begitu, nilai pasar akan mengikuti.
“Jujur, itu bagus di sini. Tapi saya tidak benar-benar memperhatikan terhadap hal-hal seperti itu. Pada akhirnya menurut saya itu hanya angka. Anda harus menunjukkannya di lapangan,” kata Idzes dalam akun instagram Hanif Thamrin, dikutip Sabtu (10/1/2026).
“Tentu saja value anda juga ditunjukkan di nilai pasar. Tetapi saya pikir itu juga menunjukkan bahwa seluruh bagian tim nasional semuanya berkembang,” sambungnya.
Menurut Idzes, tidak hanya dirinya saja yang mengalami perkembangan. Melainkan pemain Timnas Indonesia lainnya yang berkarier di Eropa seperti Calvin Verdonk, Maarten Paes, Ole Romeny, serta Kevin Diks, juga terus berkembang.
“Ada yang bermain di klub bagus di Eropa, bahkan di Indonesia juga mereka banyak berkembang. Anda lihat levelnya berkembang,” ucapnya.
Idzes menilai, hal tersebut sangat baik untuk kemajuan Timnas Indonesia. Pemain berpostur jangkung itu meyakini kalau Skuad Garuda memiliki masa depan yang cerah.
“Saya pikir itu penting untuk sepak bola Indonesia. Ada yang bermain di Lille, Monchengladbach, ada yang bermain di Serie A, ada juga yang bermain di Amerika Serikat. Kita lihat semua orang berkembang,” tuturnya.
“Saya pikir itu bicara banyak tentang Timnas juga tentang sepak bola Indonesia. Kita sudah banyak berkembang dan itu pertanda bagus,” pungkas Idzes.
Idzes menjadi pilar penting Sassuolo di Liga Italia 2025/2026. Bergabung pada awal musim, bek berusia 25 tahun itu langsung menjadi andalan Fabio Grosso dalam mengawal pertahanan Neroverdi -julukan Sassuolo.
Performanya terus menanjak hingga membuatnya nyaris tak pernah tergantikan di jantung pertahanan Sassuolo. Performanya yang ciamik juga membuat Idzes menjadi salah satu komoditas panas Neroverdi.
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia Dean James Masuk Daftar Pemain Incaran Ajax Amsterdam
Perkembangan positif itu juga membuat nilai pasar Idzes meroket saat ini. Menilik data Transfermarkt, nilai pasar kapten Timnas Indonesia itu mencapai 10 juta euro atau sekira Rp196 miliar. Sekaligus menjadikannya pemain termahal Asia Tenggara.
Kendati demikian, Idzes mengaku tidak begitu memikirkan soal nilai pasarnya yang meroket. Baginya, yang terpenting adalah tampil sebaik mungkin di setiap pertandingan. Dengan begitu, nilai pasar akan mengikuti.
“Jujur, itu bagus di sini. Tapi saya tidak benar-benar memperhatikan terhadap hal-hal seperti itu. Pada akhirnya menurut saya itu hanya angka. Anda harus menunjukkannya di lapangan,” kata Idzes dalam akun instagram Hanif Thamrin, dikutip Sabtu (10/1/2026).
“Tentu saja value anda juga ditunjukkan di nilai pasar. Tetapi saya pikir itu juga menunjukkan bahwa seluruh bagian tim nasional semuanya berkembang,” sambungnya.
Menurut Idzes, tidak hanya dirinya saja yang mengalami perkembangan. Melainkan pemain Timnas Indonesia lainnya yang berkarier di Eropa seperti Calvin Verdonk, Maarten Paes, Ole Romeny, serta Kevin Diks, juga terus berkembang.
“Ada yang bermain di klub bagus di Eropa, bahkan di Indonesia juga mereka banyak berkembang. Anda lihat levelnya berkembang,” ucapnya.
Idzes menilai, hal tersebut sangat baik untuk kemajuan Timnas Indonesia. Pemain berpostur jangkung itu meyakini kalau Skuad Garuda memiliki masa depan yang cerah.
“Saya pikir itu penting untuk sepak bola Indonesia. Ada yang bermain di Lille, Monchengladbach, ada yang bermain di Serie A, ada juga yang bermain di Amerika Serikat. Kita lihat semua orang berkembang,” tuturnya.
“Saya pikir itu bicara banyak tentang Timnas juga tentang sepak bola Indonesia. Kita sudah banyak berkembang dan itu pertanda bagus,” pungkas Idzes.
(sto)