0
News
    Home Featured Firman Nugraha Liga 4 Liga Indonesia Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Kondisi Firman, Pemain Liga 4 Korban Tendangan Brutal ke Dadanya - detik

    2 min read

     

    Kondisi Firman, Pemain Liga 4 Korban Tendangan Brutal ke Dadanya

    Muhammad Robbani - Sepakbola
    Selasa, 06 Jan 2026 13:00 WIB
    Foto: Dok. Istimewa/tangkapan layar
    Jakarta -

    Pemain Perseta Tulungagung Firman Nugraha menjadi korban tendangan brutal. Di dadanya kini terukir luka yang bekas pul sepatu akibat tendangan keras.

    Firman menjadi korban aksi brutal pemain PS Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar. Aksi itu dilakukan Hilmi dalam laga Babak 32 Besar Liga 4 Zona Jawa Timur di Gelora Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (5/1/2026).

    Akibat tendangan itu, Firman sempat tersungkur dan harus ditandu keluar lapangan untuk mendapatkan perawatan. Beruntung Firman kini dalam kondisi sadar, namun dadanya terlihat jelas luka bekas tendangan keras yang kini tertinggal di dadanya.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Alhamdulillah aman, sudah sehat kembali. Tidak sampai dibawa ke rumah sakit, tapi dirawat di dalam ambulans," kata Pelatih Perseta Medi Radondo, dikutip dari detikJatim.

    Baca juga:

    Aksi Hilmi menjadi sorotan publik sepakbola nasional. Tindakan tidak sportif terus menghiasi wajah sepakbola nasional level bawah.

    Terkini, Ketua Komite Disiplin PSSI Umar Husin menginstruksikan Panitia Disiplin (Pandis) Jatim untuk mengambil tindakan tegas. Kalau perlu, pemain yang bersangkutan harus dihukum seberat-beratnya untuk menjadi efek jera.

    "Kami mengimbau kepada teman-teman yang menjadi Panitia Disiplin atau berperan sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pihak-pihak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran yang keras, brutal, sehingga tidak mengganggu jalannya kompetisi," tutur Umar Husin.

    "Jadi itu penegasannya, agar Komdis di tingkat daerah ataupun Pandis (Panitia Disiplin) itu bisa bertindak tegas tanpa ragu-ragu begitu. Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet. Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepakbola seumur hidup," ucapnya.

    (mro/aff)
    Komentar
    Additional JS