Keputusan Man United Pecat Ruben Amorim Dikritik Pelatih Tottenham Hotspur - Semua Halaman - Bolasport
Keputusan Man United Pecat Ruben Amorim Dikritik Pelatih Tottenham Hotspur - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank, mengkritik keputusan manajemen Manchester United memecat Ruben Amorim.
Keputusan mengejutkan diambil manajemen Manchester United yang memutus kontrak Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026).
Pemecatan Amorim diumumkan tak lama setelah pertandingan kontra tim promosi, Leeds United, yang berakhir imbang 1-1.
Dalam pernyataan resminya, pihak klub mengatakan bahwa keputusan ini diambil pada momen yang tepat.
Mereka bertujuan untuk melakukan perubahan agar Man United bisa finis di posisi lebih baik pada klasemen Liga Inggris musim ini.
"Ruben Amorim telah meninggalkan tugasnya sebagai pelatih kepala Man United," demikian bunyi pernyataan klub.
"Dengan Manchester United berada di peringkat 6 klasemen Premier League, manajemen klub membuat keputusan bahwa ini waktu yang tepat untuk membuat perubahan."
"Keputusan ini akan memberi tim kesempatan terbaik untuk kemungkinan posisi finis tertinggi di EPL (Liga Inggris)," tutup mereka.
Guna mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Amorim, Daren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih sementara.
Legenda klub tersebut sudah punya pengalaman melatih Man United U-18 sejak 2025.
Pemecatan Amorim menambah panjang daftar manajer yang didepak sejak era Sir Alex Ferguson berakhir.
Pria asal Portugal itu menjadi pelatih permanen ketujuh yang lengser dari kursi kepelatihan sejak era tersebut.
Keputusan Man United mendepak Amorim dikomentari oleh Thomas Frank.
Pelatih asal Denmark itu mengkritik The Red Devils karena terlalu sering mengganti personel kunci, salah satunya pelatih.
Maka dari itu, Frank menilai wajar jika Man United terus gagal mengembalikan era kejayaan mereka.
"Sangat sulit untuk mencapai kesuksesan berkelanjutan jika Anda terus mengganti personel kunci," kata Frank dikutip BolaSport.com dari X Fabrizio Romano.
"Seperti pelatih dan direktur olahraga."
"Klub-klub terbaik memiliki keselarasan antara kepemimpinan, kepemilikan, dan pelatih."
"Liverpool, Man City, dan Arsenal adalah beberapa contohnya," tuturnya menambahkan.
