0
News
    Home Aaron Chia Bulu Tangkis Featured Herry IP Istora Senayan Soh Wooi Yik

    Kalah Mengejutkan di Istora Hadirkan Spekulasi, Murid Herry IP Tegaskan Tak Terganggu Aturan Servis 25 Detik - Bolasport

    5 min read

     

    Kalah Mengejutkan di Istora Hadirkan Spekulasi, Murid Herry IP Tegaskan Tak Terganggu Aturan Servis 25 Detik


    Murid Herry IP, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, belum merasakan pengaruh nyata aturan servis 25 detik dari BWF (CHONG VOON CHUNG/XINHUA VIA AFP)

    BOLASPORT.COM - Ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, tak terganggu dengan aturan baru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) berupa waktu servis 25 detik.

    BWF menerapkan secara penuh regulasi jeda konsisten antar-reli ini pada Indonesia Masters 2026 pekan lalu.

    Aturan ini mendisiplinkan pemain agar segera melanjutkan pertandingan setelah reli selesai dan membatasi kesempatan mengulur-ulur waktu.

    Waktu 25 detik dimulai setelah umpire alias wasit lapangan memperbarui skor pertandingan.

    Pemain bisa melakukan aktivitas di pinggir lapangan seperti mengelap keringat, minum, berbicara dengan pelatih, hingga menggunakan semprotan pendingin secara mandiri.

    Baca Juga: Jafar/Felisha Harus Hati-hati Kena Tikung Pemain di Pelatnas untuk Olimpiade 2028

    Aturan ini mendapat berbagai komentar dan reaksi.

    Salah satunya, ada yang menghubungkannya dengan kekalahan salah satu ganda putra nomor satu Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

    Pasalnya, anak didik Herry Iman Pierngadi alias Herry IP ini langsung tumbang di babak pertama ketika bermain di Istora Senayan, Jakarta.

    Chia/Soh kalah dari pasangan Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, dengan skor 22-20, 19-21, 16-21.

    Padahal, di turnamen Super 500 itu, mereka berlabel ganda putra unggulan satu.

    Namun begitu, pasangan Juara Dunia dan Juara Asia satu kali ini mengelak ketika ada anggapan bahwa kekalahan mereka dipengaruhi aturan servis tersebut.

    Bagi Aaron Chia sendiri, dia malah merasa aturan servis yang baru ini tidak terlalu mempengaruhi permainan mereka.

    "Bagi pemain yang tetap fokus dan bermain dengan ritme normal, itu bukan masalah," tutur Aaron Chia dikutip Bolasport dari New Straits Times.

    "Bagi saya, itu tidak terlalu berpengaruh," imbuhnya.

    Menurut pemain berusia 28 tahun ini, aturan servis 25 detik ini akan lebih terasa pada pemain yang sering mengulur-ulur waktu.

    Penyesuaian dari para atlet terlihat ketika wasit cukup sering memberikan kartu kuning sepanjang bergulirnya Indonesia Masters 2026.

    Sementara, Aaron Chia sendiri tidak merasa sebagai pemain yang gemar melakukan delay.

    "Tentu saja, bagi pemain tertentu yang suka menunda antar-reli, ini bisa menjadi kerugian," katanya.

    Lebih lanjut, Chia menuturkan bahwa mungkin dia dan Soh Wooi Yik baru akan benar-benar bisa merasakan perbedaan adanya aturan servis setelah menjalani beberapa turnamen.

    "Karena kami kalah di babak pertama (Indonesia Masters, red), kami belum sepenuhnya merasakan dampak dari aturan 25 detik," ucap dia.

    "Seiring berjalannya waktu dan kami memainkan lebih banyak pertandingan dengan aturan ini, kami akan mendapatkan lebih banyak pengalaman dan melihat bagaimana hasilnya."

    Aturan waktu servis 25 detik rencananya akan disahkan dalam Sidang Tahunan BWF pada Mei mendatang.

    Baca Juga: Cemas Herry IP Diselesaikan Wakil Malaysia Lainnya Ukir Sejarah di Indonesia, PBSI Evaluasi meski Alwi Jadi Juara

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS