Indonesia Masters 2026 - Fajar/Fikri Lempar Pujian kepada Raymond/Joaquin setelah Dikalahkan untuk Kedua Kalinya - Juara net
Indonesia Masters 2026 - Fajar/Fikri Lempar Pujian kepada Raymond/Joaquin setelah Dikalahkan untuk Kedua Kalinya
JUARA.NET - Pebulu tangkis ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, memberikan pujiannya kepada Raymond Indra/Nikolaus Joaquin setelah dikalahkan di perempat final Indonesia Masters 2026.
Fajar/Fikri untuk kedua kalinya menelan kekalahan dari juniornya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Sebelumnya, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri dikalahkan Raymond/Joaquin pada final Australia Open 2025.
Kemenangan itu sekaligus menjadi gelar juara perdana Raymond/Joaquin dalam debutnya di turnamen BWF super 500.
Kini, Raymond/Joaquin kembali menumbangkan Fajar/Fikri di turnamen dengan level yang sama yakni Indonesia Masters 2026.
Pasangan ranking 23 BWF itu memaksa Fajar/Fikri untuk bermain tiga gim, 18-21, 21-19, 21-14, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Alih-alih menyesali kekalahan, Fajar Alfian justru melempar pujian untuk kompatriotnya tersebut.
Menurut Fajar, Raymond/Joaquin lagi-lagi menunjukkan kelincahan dan powernya sebagai pasangan muda.
Ia menilai dua hal tersebut menjadi modal penting bagi Raymond/Joaquin untuk berkembang ke depan.
Baca Juga: Indonesia Masters 2026 - Sempat Mimisan, Sabar/Reza Ungkap Perjuangan Tembus Semifinal
"Mereka sangat luar biasa. Mereka mempunyai speed dan power yang baik," kata Fajar dikutip Juara.net dari PBSI.
Begitu pula Muhammad Shohibul Fikri yang menaruh harapan pada pasangan muda tersebut.
Fikri memuji daya juang Raymond/Joaquin yang bangkit dari kekalahan pada gim pertama.
Buktinya, Raymond/Joaquin bisa comeback pada gim kedua meski beberapa kali tertinggal selepas interval.
Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, saat bertanding di Indonesia Masters 2026 di Istora Senaya, Jakarta, Jumat (23/1/2026) (TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM)"Pertandingannya cukup alot, capek, dan berat. Mereka (Raymond/Joaquin) sangat muda, lebih bertenaga, lebih cepat, dan daya juangnya sangat bagus," ucap Fikri.
Sementara itu, Joaquin mengaku dapat banyak pelajaran dari pertandingan lawan Fajar/Fikri.
"Permainan kita saya rasa cukup all-out. Di gim pertama, kita kurang mengantisipasi permainan dari mereka," kata Joaquin.
"Mereka terus memaksakan pola menyerang,"
"Jadi kurang bisa mengantisipasi. Di gim kedua poinnya cukup ketat, kita juga sempat tertinggal terus."
"Sampai gim terakhir pun masih banyak melakukan kesalahan sendiri."
"Jadi saya hanya memotivasi diri sendiri untuk terus maksimal, dan partner saya juga terus menyemangati."
"Karena kita habis-habisan, mereka pasti juga sama. Jadi kita maunya habis-habisan sekalian saja, dan puji Tuhan bisa menyelesaikannya," jelasnya.
Sementara itu, Raymond merasa dirinya dengan Joaquin telah bermain sesuai rencana.
Diakui, mereka tampil lebih berani meski disaksikan ribuan penonton di Istora.
"Mainnya sesuai rencana. Walaupun di gim kedua masih ada kesalahan sendiri, tetapi di gim ketiga kita lebih berani karena sudah tahu bagaimana pola permainan di Indonesia Masters," ujar Raymond.
"Kalau saya, sih, memaksimalkan (kemampuan) saja. Mungkin hanya di sini kita bisa maksimal, jadi ya saya mau memaksimalkan setiap peluang," pungkasnya.
Pada babak semifinal, Raymond/Joaquin kembali menghadapi rekan senegara yakni Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Mereka mengusung misi balas dendam setelah dikalahkan Sabar/Reza di Malaysia Open 2026 lalu.