0
News
    Home Berita Featured Nike Spesial

    Imbas Penjualan Melambat, Nike Umumkan PHK Massal - Viva

    4 min read

     

    Imbas Penjualan Melambat, Nike Umumkan PHK Massal

    Jakarta, VIVA – Nike kembali melakukan langkah efisiensi besar. Di tengah tekanan penjualan yang melambat, margin menyusut, dan biaya operasional meningkat, perusahaan sepatu olahraga raksasa ini memilih mempercepat otomatisasi serta merampingkan tenaga kerja di pusat distribusinya di Amerika Serikat. 

    Amazon Kembali PHK Massal 16.000 Karyawan di Seluruh Dunia, Mayoritas Terdampak di AS

    Keputusan ini bukan hanya soal pengurangan karyawan, tetapi bagian dari strategi untuk mengembalikan profitabilitas jangka panjang.

    Melansir dari CNBC, Rabu 28 Januari 2026, Nike memangkas 775 karyawan seiring upaya perusahaan memperbaiki kinerja keuangan dan mempercepat penggunaan teknologi otomatisasi. PHK ini menjadi tambahan setelah perusahaan mengurangi 1.000 posisi korporat pada musim panas lalu.

    PHK Besar-besaran Hantam Perusahaan Global, Amazon hingga Nestlé Pangkas Puluhan Ribu Karyawan

    Pemangkasan terbaru terutama berdampak pada peran di pusat distribusi di Tennessee dan Mississippi, lokasi di mana Nike mengoperasikan gudang berukuran besar. Pengurangan ini difokuskan pada operasional distribusi di wilayah AS.

    Dalam pernyataannya, Nike menjelaskan tujuan langkah ini adalah untuk mengurangi kompleksitas, meningkatkan fleksibilitas, serta membangun operasi yang lebih responsif, tangguh, bertanggung jawab, dan efisien.

    Amazon PHK 16.000 Karyawan, Persaingan AI Makin Sengit!

    “Kami mengambil langkah untuk memperkuat dan merampingkan operasi agar dapat bergerak lebih cepat, beroperasi dengan disiplin lebih tinggi, serta melayani atlet dan konsumen dengan lebih baik,” tulis pernyataan perusahaan. 

    “Kami mempertajam jejak rantai pasok, mempercepat penggunaan teknologi canggih dan otomatisasi, serta berinvestasi pada keterampilan yang dibutuhkan tim kami untuk masa depan,” sambungnya. 

    Hingga kini belum diketahui secara pasti berapa total pekerjaan distribusi Nike di AS. Namun perusahaan menegaskan pemangkasan ini merupakan bagian dari target untuk kembali mencapai pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan sekaligus memperbaiki margin keuntungan.

    Gelombang otomatisasi memang sedang menyapu perusahaan-perusahaan besar di Amerika. Pekerjaan di pusat distribusi termasuk yang paling rentan terdampak. 

    Tahun lalu, UPS mengumumkan rencana pemangkasan 48.000 posisi, sebagian dipicu oleh peningkatan otomatisasi fasilitas. Meski begitu, Nike belum merinci bagaimana bentuk perluasan otomatisasi di gudangnya dan seberapa besar kontribusinya terhadap pengurangan 775 karyawan tersebut.

    Langkah ini datang saat CEO Elliott Hill berupaya membalikkan kondisi Nike setelah beberapa tahun mengalami perlambatan penjualan dan penyusutan margin. Tekanan bisnis meningkat sejak strategi lama yang menitikberatkan penjualan langsung ke konsumen melalui toko dan situs Nike, dibandingkan mitra grosir.

    Akibat strategi tersebut, pusat distribusi Nike dan jumlah stafnya sempat membengkak. Namun, volume bisnis dinilai tidak lagi cukup untuk mendukung tingkat tenaga kerja sebesar itu. Di bawah kepemimpinan Hill, Nike kini berusaha menarik kembali mitra grosir, membersihkan stok lama, dan mendorong inovasi produk.

    Saat melaporkan kinerja kuartal fiskal kedua pada Desember, Nike menyebut laba bersihnya turun 32 persen. Penurunan itu dipengaruhi tarif, biaya transformasi bisnis, serta perlambatan di pasar utama China.


    Komentar
    Additional JS