Hector Souto, Arsitek Emas SEA Games, Bersaing di Nominasi Pelatih Terbaik Futsal Award 2025 - mureks
Hector Souto, Arsitek Emas SEA Games, Bersaing di Nominasi Pelatih Terbaik Futsal Award 2025
Pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia, Hector Souto, berhasil menorehkan sejarah baru dengan masuk dalam daftar nominasi pelatih terbaik tim nasional putra pada ajang Futsal Award 2025. Pengumuman prestisius ini disampaikan oleh Futsal Planet 1997 melalui akun media sosial Instagram resmi mereka pada Sabtu, 3 Januari.
Nominasi ini menjadi yang pertama bagi Souto, menandai pengakuan atas kiprahnya yang gemilang bersama Timnas Futsal Indonesia. Ia akan bersaing ketat dengan sejumlah nama besar di kancah futsal dunia, antara lain Jose Luis Cristovao dari Portugal, Marcos Xavier Andrade dari Brasil, dan Oleksandr Kosenko dari Ukraina.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Keberhasilan Souto membawa pulang medali emas SEA Games 2025 untuk Indonesia menjadi salah satu tolok ukur utama yang mengantarkannya ke nominasi ini. Mureks mencatat bahwa pencapaian tersebut sangat luar biasa, mengingat Indonesia berhasil menumbangkan Thailand, negara yang selama ini dikenal sebagai langganan Piala Dunia Futsal.
Selain kategori pelatih tim nasional putra terbaik, Futsal Award 2025 juga akan menganugerahkan penghargaan untuk beberapa kategori lain. Di antaranya adalah pelatih tim nasional putri terbaik, pelatih klub terbaik, serta pemain terbaik yang dibagi berdasarkan posisi.
Futsal Award sendiri pertama kali diselenggarakan pada tahun 2020. Sejak saat itu, ajang ini telah menjadi barometer bagi insan futsal dunia. Ricardinho, atlet futsal asal Portugal, tercatat sebagai pemain putra paling berprestasi dengan enam kali meraih gelar pemain terbaik.
Sementara itu, di kategori putri, dominasi ditunjukkan oleh Amandinha dari Brasil yang sukses delapan kali dinobatkan sebagai pemain terbaik, melampaui rekor Ricardinho. Untuk kategori pelatih terbaik, dua sosok yang sama-sama mengoleksi lima gelar adalah Jise Venancio Lopez dan Jorge Braz.