Hasil Final Indonesia Masters 2026 - Perlawanan Raymond/Joaquin saat Championship Point Berujung Getir, Unggulan Malaysia Juara - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin meraih hasil mengecewakan pada pertandingan puncak turnamen Indonesia Masters 2026.
Laga final Indonesia Masters 2026, Minggu (25/1/2026) dijalani Raymond/Joaquin dengan bersua wakil Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani.
Tampil di Istora Senayan, Jakarta, Raymond/Joaquin aharus mengakui keunggulan Goh/Izzuddin dengan skor 19-21, 12-21 usai berjuang selama 35 menit.
Dengan hasil ini, gelar juara ganda putra turnamen BWF Super 500 tersebut jatuh ke tangan Goh/Izzuddin.
Pukulan Nikolaus Joaquin yang mengarah keluar lapangan membuat Goh/Izzuddin membuka angka lebih dulu pada awal gim pertama.
Tak berselang lama, perlawanan ditunjukkan Raymond/Joaquin di mana mereka berhasil memaksa unggulan ke-4 itu berbagi angka 5 kali.
Momentum keunggulan berhasil direbut Raymond/Joaquin usai Goh/Izzuddin melakukan pengamatan yang kurang sempurna.
Unggul 2 poin, pengembalian Raymond Indra yang tidak akurat menghadirkan Goh/Izzuddin meraih 1 poin secara cuma-cuma.
Keunggulan pasangan peringkat ke-23 dunia itu lenyap saat Goh/Izzuddin menyamakan angka dari pukulan keras Joaquin yang mengarah keluar lapangan.
Tanpa kesulitan berarti, Goh/Izzuddin berhasil menikung Raymond/Joaquin untuk merebut interval pertama dengan skor 11-9.
Usai jeda, tekanan langsung ditunjukkan Goh/Izzuddin sebelum drive dari Raymond yang menyangkut di net membuat Malaysia menjauh.
Permainan solid dari ganda putra peringkat ke-9 dunia itu membuat Raymond/Joaquin kesulitan untuk mengejar keunggulan mereka.
Perlahan, jarak ketertinggalan berhasil dipangkas tinggal menyisakan 2 poin saja setelah sambaran keras Joaquin di depan net tak mampu dibendung.
Meski demikian, perlawanan Raymond/Joaquin pada gim pertama urung berbuah manis setelah sambaran Goh Sze Fei meluncur mulus untuk mengamankan skor 21-19.
Gim kedua dibuka dengan rentetan kesalahan dari Raymond/Joaquin yang membuat Goh/Izzuddin langsung melejit dengan 4 poin beruntun.
Usai kehilangan 6 angka beruntun, Raymond/Joaquin akhirnya pecah telur usai membuat Izzuddin mati langkah dalam mengamankan wilayahnya.
Permainan Raymond/Joaquin tak sepenuhnya membaik hingga menjelang jeda interval di mana kesalahan sendiri dan pertahanan kurang mumpuni menghatui mereka.
Mengawali interval kedua dengan tertinggal 4-11, Raymond/Joaquin langsung kehilangan angka usai challenge yang diajukan Goh/Izzuddin berbuah manis.
Grafik permainan Raymond/Joaquin benar-benar menurun di mana rentetan kesalahan menghadirkan keuntungan bagi Goh/Izzuddin dengan mengemas 3 poin beruntun.
Memasuki poin-poin tua, Goh/Izzuddin kian berada di atas angin seiring dengan serangan-serangan Raymond/Joaquin yang tidak akurat.
Melihat lawan mendapatkan championship point, Raymond/Joaquin seperti tersentak untuk mengejar ketertinggalan dengan merebut 6 poin beruntun.
Dari skor 6-20 dan menipiskan jarak menjadi 13-20, Raymond/Joaquin harus merelakan gim kedua berakhir dengan kekalahan usai beradu reli menegangkan.