0
News
    Home Berita Championship Featured Liga Indonesia PSIS Semarang Spesial Sriwijaya FC

    Dua Juru Kunci Championship Beda Nasib, PSIS Bersolek dengan 11 Rekrutan, Sriwijaya FC Tak Kunjung Dapat Investor Baru - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read

     

    Dua Juru Kunci Championship Beda Nasib, PSIS Bersolek dengan 11 Rekrutan, Sriwijaya FC Tak Kunjung Dapat Investor Baru - Semua Halaman - Bolasport.com

    Jumat, 2 Januari 2026 | 23:10 WIB
    Penulis : 

    Logo Sriwijaya FC (TRIBUN PALEMBANG)

    BOLASPORT.COM - Dua tim juru kunci ChampionshipPSIS Semarang dan Sriwijaya FC punya nasib berbeda jelang dibukanya bursa transfer paruh musim.

    Jelang dibukanya bursa transfer paruh musim Championship 2025-2026, dua tim juru kunci PSIS Semarang dan Sriwijaya FC punya kenyataan berbeda yang mencolok.

    PSIS sejak beralih kepemilikan dari Yoyok Sukawi ke Datu Nova Fatmawati sudah menunjukkan keinginan tetap bertahan dengan berbagai hal yang sudah mereka lakukan.

    Datu Nova Fatmawati langsung menyuntikkan dana kepada PSIS, membuat mereka kini "bersolek" lewat kedatangan 11 pemain baru.

    Rekrutan-rekrutan ini ditujukan agar PSIS mampu bersaing lagi di paruh kedua Championship 2025-2026.

    Rafael de Sa Rodrigues (Rafinha) bergabung ke PSIS Semarang dari PSIM Yogyakarta dengan skema peminjaman pada Senin (29/12/2025). (DOK.PSIS SEMARANG)

    Saat ini Mahesa Jenar berada di posisi terbuncit grup 2 (timur) dengan meraih hanya 1 kemenangan dalam 13 laga.

    Momen kebangkitan bakal dinanti saat 11 pemain anyar PSIS sudah bisa mulai dimainkan per 10 Januari 2026.

    Situasi 180 derajat terjadi di Sriwijaya FC yang juga jadi juru kunci di grup 1 (barat).

    Selain karena mereka belum juga meraih kemenangan (dalam 13 laga), kondisi Laskar Wong Kito juga sangat kekurangan finansial.

    Pada November lalu, Sriwijaya FC harus kehilangan 5 pemain inti mereka.

    Hal ini berhubungan dengan isu tunggakan gaji yang masih membelenggu tim yang diasuh Budi Sudarsono tersebut.

    Pada Desember 2025, Sriwijaya FC nyaris divonis pailit di Pengadilan Niaga namun masih lolos dari keputusan tersebut.

    Pertandingan Sumsel United Vs Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (2/11/2025). (INSTAGRAM.COM/SRIWIJAYAFC.ID)

    Menjelang bursa transfer yang bakal dimulai 10 Januari 2026, Sriwijaya FC pun belum juga terlihat ada pergerakan.

    Budi Sudarsono hanya berharap timnya bisa segera mendapat keajaiban, yakni investor yang baru.

    “Kalau hanya mengandalkan pemain muda atau seadanya, itu tidak cukup. Dalam sebuah tim, komposisi harus seimbang di semua lini agar performa bisa meningkat,” kata Budi Sudarsono dilansir BolaSport.com dari Sripoku.com.

    “Saya juga berharap, dengan adanya manajemen baru, kita bisa berbicara banyak di bursa transfer nanti supaya posisi kita di klasemen bisa diperbaiki."

    “Mungkin keajaiban akan terjadi,” tambahnya.

    Sriwijaya FC saat ini hanya mengumpulkan 2 poin yang berjarak 11 poin dari peringkat 9, Persekat Tegal.

    Sehingga mereka perlu memenangkan laga demi laga agar tetap bisa berharap bertahan di Championship.

    Pelatih Sriwijaya FC, Budi Sudarsono (MOCHAMAD HARRY PRASETYA/BOLASPORT)

    Perlu diketahui juru kunci Championship akan langsung terdegradasi ke Liga 3 di akhir musim.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P
    Komentar
    Additional JS