Buntut Drama 1-11 dan 5 Kali Game Point, Tan/Thinaah Terpukul usai Dikalahkan Ana/Trias di Malaysia Open 2026 - Semua Halaman - Bolasport
Buntut Drama 1-11 dan 5 Kali Game Point, Tan/Thinaah Terpukul usai Dikalahkan Ana/Trias di Malaysia Open 2026 - Semua Halaman - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - Ganda putri Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, merasa terpukul setelah menelan kekalahan pada babak 16 besar Malaysia Open 2026.
Tan/Thinaah sebagai unggulan kedua takluk di tangan ganda putri ranking 60 dunia asal Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Kekalahan diterima saat ganda Malaysia itu mendominasi dalam empat pertemuan sebelumnya dengan selalu memetik kemenangan.
Namun, Ana/Trias tak ingin selalu menjadi bulan-bulanan dan dibuktikan menunjukkan penampilan impresif sejak awal laga.
Ana/Trias membuka gim pertama langsung dengan keunggulan 11-1 pada interval dalam laga yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/1/2026).
Tan/Thinaah bangkit setelah ketertinggalan 10 poin tersebut dan bahkan balik memimpin untuk mencatatkan game point pada skor 20-19.
Akan tetapi, mereka gagal menuntaskan laga saat mendapatkan sampai lima kali game point hingga skor 24-23.
Situasi berbalik, Ana/Trias mendapatkan game point pertama dan langsung berhasil menutup gim pertama.
Tan/Thinaah sempat tampil lebih baik di gim kedua dengan membuka keunggulan pada skor 6-2.
Namun, momentum memperlebar jarak sirna setelah Ana/Trias membalas lima poin beruntun untuk balik memimpin.
Tan/Thinaah sejatinya masih kembali memimpin selepas jeda dengan skor 14-13, tetapi momentum hilang dan kalah dengan skor 24-26, 17-21.
Thinaah mengaku terpukul sehingga merasa kecewa dan bersalah terhadap para penggemar yang datang dari jauh
"Saya sangat menghargai para penggemar yang datang untuk mendukung pertandingan hari ini," kata Thinaah, dilansir BolaSport.com dari HarianMetro.
"Ini menyedihkan dan mengecewakan, tetapi kami tidak akan menyerah.
"Kami akan belajar dari pertandingan ini dan kembali lebih kuat," kata Thinaah."
Thinaah kemudian mengomentari situasi di set pertama saat tertinggal 1-11 dari Ana/Trias.
"Ini adalah sesuatu yang perlu dipelajari oleh para atlet. Kami yakin bahwa kami dapat bangkit kembali," kata Thinaah.
"Saya juga bersyukur memiliki dia (Pearly Tan) di sisi saya."
"Kami akan terus saling mendukung, saling mengingatkan, dan membangun kembali kepercayaan diri," katanya.

Drama pada poin pertama juga dikomentari oleh Meilysa Trias Puspitasari.
Ana/Trias yang awalnya sudah berada di atas angin tetapi kemudian malah berbalik di ujung jurang kekalahan pada gim pertama.
"Setelah unggul 11-1 di interval gim pertama, kami melakukan kesalahan dengan sedikit mengendurkan tempo tapi coach Karel terus mengingatkan kami untuk menjaga fokusnya," kata Trias.
"Di kejar-kejaran poin setting itu kami hanya berpikir untuk terus mengejar bola, selama belum jatuh harus terus lanjut."
"Alhamdulillah bisa mengambil gim pertama dan lanjut di gim kedua. Akhirnya bisa pecah telur lawan mereka," ujar Trias yang soal kemenangan pertama atas Tan/Thinaah setelah lima pertemuan.
Pada perempat final, Ana/Trias akan menghadapi juara BWF World Tour Finals 2025, Baek Ha-na/Lee So-hee, sebagai unggulan keenam asal Korea Selatan.
