0
News
    Home ASEAN Para Games Berita Featured Jendi Pangabean Juara Spesial

    ASEAN Para Games 2025 - 7 Emas Jadi Hadiah Jendi Pangabean bagi Indonesia dan Keluarga yang Telah Berkorban - Bolasport

    8 min read

     

    ASEAN Para Games 2025 - 7 Emas Jadi Hadiah Jendi Pangabean bagi Indonesia dan Keluarga yang Telah Berkorban


    Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean, saat bertanding pada nomor renang 4x100m medley putra ASEAN Para Games 2025 di Aquatic Centre 80th Birthday Anniversary Commemorative Stadium di Nakhon Rachatsima, Thailand, Minggu (25/1/2026). (NPC INDONESIA/AGOES RUDIANTO)

    BOLASPORT.COM - Jendi Pangabean Akmal masih konsisten mencetak prestasi. Di ASEAN Para Games 2025, atlet para renang andalan itu paling banyak menyumbang medali untuk kontingen Indonesia setelah memborong tujuh emas.

    Lima medali emas di antaranya direngkuh Jendi Pangabean Akmal dari nomor-nomor perorangan para renang ASEAN Para Games 2025.

    Atlet berusia 34 tahun itu menjadi pemenang lomba 50 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya punggung putra S9, 100 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya bebas putra S9, dan 200 meter gaya ganti perorangan putra SM9.

    Jendi juga menggondol emas dari sektor beregu pada nomor estafet 4x100 meter gaya bebas S1-S10, serta nomor estafet 4x100 meter gaya campuran S1-S10.

    Pencapaian ini tidak hanya membuktikan konsistensi Jendi di level Asia Tenggara, tetapi juga melampaui prestasinya pada edisi-edisi sebelumnya.

    Di ASEAN Para Games 2017 Malaysia, Jendi meraih 5 emas. Jumlah yang sama dicapainya pada 2022 di Solo. Adapun ketika terjun di Kamboja 2023, ia merengkuh 6 emas dan 1 perunggu.

    "Saya merasa senang sekaligus bangga, karena target pribadi sudah tercapai," kata Jendi dalam rilis resmi NPC Indonesia.

    "Dari awal, saya memang berharap bisa menyapu bersih medali emas di nomor individu. Saya cukup puas dengan capaian di ASEAN Para Games 2025 ini."

    Baca Juga: Indonesia Rajai Panahan pada ASEAN Para Games 2025, All Indonesian Final Tercipta

    Jendi mengakui, peta persaingan di klasifikasi S9 kian ketat. Menurut dia, semakin banyak atlet yang muncul dari negara-negara tetangga.

    Selain itu, beberapa atlet muda dari Indonesia kini mulai memperlihatkan potensi dan mendekati catatan waktunya.

    Keberhasilan atlet kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan, itu mengungkapkan sejumlah kunci di balik konsistensinya sebagai lumbung perolehan medali tim para renang Indonesia.

    Selain menjaga kedisiplinan dan asupan makanan, dukungan keluarga juga menjadi aspek yang menjaga motivasinya.

    "Kunci menjaga konsistensi adalah kedisiplinan. Sebagai seorang atlet yang sudah masuk pelatnas, saya tentu memiliki tanggung jawab untuk memenuhi target."

    "Bagi saya, kedisiplinan nomor satu. Setiap asupan yang masuk ke tubuh harus diperhatikan. Dukungan keluarga juga amat penting," kata Jendi.

    Di edisi ASEAN Para Games ke-13 ini, Jendi untuk pertama kalinya mendapatkan dukungan langsung dari keluarga kecilnya.

    Sebab, istrinya, Hana Resti, yang juga berstatus sebagai atlet para tenis meja, menyempatkan untuk hadir langsung mendukung perjuangan sang suami di gelanggang.

    "Bagi saya, peran keluarga sangat tak ternilai. Apalagi, anak dan istri saya hadir langsung di Thailand untuk mendukung saya," ujar lelaki kelahiran 10 Juni 1991.

    "Itu momen yang luar biasa bagi saya. Ini pertama kalinya mereka bisa menemani saya untuk berjuang di ajang internasional."

    Secara khusus, Jendi ingin mempersembahkan pencapaian ini untuk membayar pengorbanan besar istrinya yang harus absen di ASEAN Para Games 2025.

    Hana tak bisa berlaga karena harus mengasuh putranya yang belum genap berusia satu tahun. Padahal pada edisi Kamboja dia mendapat 3 emas dan 1 perak.

    "Menurut saya, justru dia pengorbanannya lebih besar dari saya. Secara spesial, medali-medali ini saya persembahkan untuk istri dan anak saya," ujar Jendi.

    Atlet para renang, Jendi Pangabean, bersama istri, Hana Resti, dan anak setelah pertandingan renang 4x100m medley putra ASEAN Para Games 2025. Atlet para renang, Jendi Pangabean, bersama istri, Hana Resti, dan anak setelah pertandingan renang 4x100m medley putra ASEAN Para Games 2025. (NPC INDONESIA/AGOES RUDIANTO)

    Hana Resti juga bangga dengan suaminya. Perjuangan Jendi yang sudah berlatih maksimal akhirnya terbayar dengan prestasi yang mengharumkan bangsa dan negara.

    "Dia sampai harus meninggalkan anaknya sejak pagi saat belum bangun hingga malam hari ketika sudah mau tidur," kata Hana.

    "Dia sampai jarang bermain dengan anak. Bagi saya, ini adalah prestasi yang hebat. Semoga, Jendi masih bisa terus memberikan yang terbaik buat negara.

    "Bagi saya, ini juga menjadi kesempatan bagi dia untuk mempersembahkan prestasi terbaik sebagai seorang ayah," lanjut perempuan berusia 31 tahun itu.

    Walau sibuk dengan rutinitasnya sebagai atlet, Jendi masih berusaha hadir sebagai sosok suami sekaligus ayah ketika berada di rumah.

    "Mungkin orang tidak bakal percaya kalau dia adalah sosok yang berbeda ketika sudah di rumah. Jendi itu setiap pulang latihan pada sore hari selalu menyempatkan diri untuk bertemu Naka."

    "Dia itu masih membantu memandikan, menggantikan popok, hingga membacakan dongeng sebelum tidur," ucap Hana Resti.

    Kedisiplinan Jendi mendapatkan pujian hingga dapat berprestasi secara konsisten juga mendapat pujian dari pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta.

    Catatan tujuh emas menjadi bukti yang luar biasa sekaligus ganjaran yang pantas atas dedikasi yang ditunjukkan di dalam dan di luar gelanggang.

    Dukungan fasilitas dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia) juga turut menunjang prestasinya.

    "Dengan bertambahnya usia, tetapi itu tidak mengubah semangatnya untuk menjadi yang terbaik di ASEAN Para Games 2025," kata Agni Herarta.

    Agni berharap, para perenang muda di Indonesia bisa menjadikan Jendi sebagai sosok panutan.

    "Menurut saya, regenerasi atlet di Indonesia ini terus berjalan. Jadi, penerusnya tidak hanya satu, tetapi masih ada banyak Jendi-Jendi lainnya," kata Agni.

    "Bagi saya, Jendi adalah orang yang selalu rendah hati. Saya ingin berpesan agar dia selalu menjaga semangatnya."

    "Dia harus bisa menghabiskan semua kesempatan sampai benar-benar habis," lanjutnya

    Baca Juga: ASEAN Para Games 2025 - Tembus 69 Emas, Kontingen Indonesia Dekati Target Medali dan Siap ke Level Lebih Tinggi

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS