AFC Tanggapi Potensi Malaysia Panggil 7 Pemain Naturalisasi Palsu untuk Lawan Vietnam - Superball
AFC Tanggapi Potensi Malaysia Panggil 7 Pemain Naturalisasi Palsu untuk Lawan Vietnam
SUPERBALL.ID - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menghadapi keputusan berisiko setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menyetujui penangguhan sanksi FIFA.
Sebelumnya, FIFA memberi hukuman skorsing 12 bulan kepada tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
Mereka adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Hukuman tersebut diberikan menyusul keterlibatan ketujuh pemain dalam kasus pemalsuan dokumen.
Baca Juga: AFC Resmi Ambil Alih FAM dan Segera Beri Sanksi ke Timnas Malaysia
Setelah banding ditolak oleh FIFA, FAM kemudian membawa kasus ini ke CAS untuk mencari keadilan bagi ketujuh pemain.
Dalam putusan terbaru, CAS mengizinkan ketujuh pemain kembali bermain sambil menunggu keputusan akhir atas banding mereka.
Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Malaysia akan menggunakan jasa ketujuh pemain itu di laga melawan Timnas Vietnam?
Kedua tim akan saling berhadapan dalam laga penentuan juara Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 31 Maret mendatang.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Datuk Seri Windsor Paul John memberikan komentarnya.
Windsor mengatakan pihaknya masih belum menerima rincian lengkap mengenai status terkini tujuh pemain bersangkutan.
Ia mengatakan bahwa masalah ini memerlukan diskusi lebih lanjut dan menunggu konfirmasi serta panduan khusus dari FIFA.
Windsor menegaskan CAS memang telah mengizinkan ketujuh pemain untuk melanjutkan latihan dan bermain di klub mereka.
Namun, Windsor mengatakan penggunaan mereka di tingkat tim nasional masih membawa risiko hukum yang signifikan.
Ia menjelaskan bahwa situasinya masih belum jelas, terutama mengenai kualifikasi mereka untuk mewakili tim nasional.
Baca Juga: Seluruh Exco Federasi Malaysia Resmi Mengundurkan Diri di Tengah Skandal Naturalisasi Ilegal
"Kami baru saja menerima surat dari FIFA dan tidak banyak detail di dalamnya."
"Kami sedang membahas masalah ini dengan FIFA untuk mendapatkan informasi rinci mengenai apakah pemain ini dapat bermain untuk Malaysia atau tidak."
"Yang pasti, para pemain ini akan dapat bermain untuk klub mereka masing-masing."
"Namun, apakah mereka dapat diturunkan bersama tim nasional, kami masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari FIFA."
"Alasan utamanya adalah FIFA telah membuat keputusan terpisah mengenai status pertandingan persahabatan sebelumnya, dan ada perbedaan di sana."
"Jadi, kita perlu meneliti detailnya terlebih dahulu," kata Windsor, dikutip SuperBall.id dari SinarHarian.com.my.
Lebih lanjut, Windsor menekankan bahwa tanggung jawab untuk menggunakan pemain kini sepenuhnya berada di tangan FAM.
Ia hanya mengingatkan bahwa keputusan CAS hanya penangguhan sementara yang memungkinkan para pemain untuk kembali bermain.
"CAS belum membuat keputusan akhir dan penangguhan pelaksanaan hukuman ini dapat dilihat sebagai jaminan sementara."
"CAS mungkin baru akan mengeluarkan keputusan akhir pada bulan Februari atau Maret," katanya.