0
News
    Home AFC Featured Flare Liga Champions Asia 2 Persib Bandung Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Manajemen Persib Khawatir Potensi Sanksi AFC Usai Adanya Insiden Flare - SIMAMAUNG

    2 min read

     

    Manajemen Persib Khawatir Potensi Sanksi AFC Usai Adanya Insiden Flare



    SIMAMAUNG - Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menyampaikan kekhawatiran manajemen terkait potensi sanksi dari AFC setelah insiden flare pada laga Persib kontra Bangkok United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (10/12). Hal itu ia ungkapkan saat ditemui di Graha Persib, Kamis (11/12).

    Adhitia mengatakan bahwa pihaknya memahami euforia dan animo tinggi Bobotoh pada pertandingan penting tersebut. Namun, penggunaan flare tetap menimbulkan konsekuensi yang harus dihadapi klub.

    “Kami memahami bahwa kemarin itu seperti hajatan, jadi kami sangat memahami euforia Bobotoh. Namun memang karena kejadian tersebut, ada potensi sanksi yang muncul. Semalam kami sudah berdiskusi dengan pihak AFC, ada dua potensi yang muncul, yaitu stadion ditutup 50 persen atau yang paling berat, kita tanpa penonton di 16 besar,” ujarnya.

    Ia menuturkan bahwa tiga laga terakhir Persib melawan Dewa United, Borneo FC, dan Bangkok United memiliki atmosfer yang luar biasa. Menurutnya, dukungan Bobotoh sangat berpengaruh terhadap performa tim di lapangan. “Bojan sudah bilang di tiga pertandingan itu atmosfernya gila, luar biasa, dan membuat pemain berlari tanpa henti,” kata Adhitia.

    Ia juga mencatat tren peningkatan jumlah penonton, dari 19 ribu menjadi 25 ribu, hingga 28 ribu penonton. Manajemen berharap pada babak 16 besar nanti jumlah tersebut bisa mencapai 32–35 ribu.

    Persib kini sedang menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian untuk membuka kapasitas stadion secara penuh pada fase gugur. Namun, potensi sanksi dari AFC membuat rencana tersebut berada dalam situasi serba sulit. “Kalau ditutup setengah, itu berasa loh, dari 38 ribu jadi hanya 19 ribu. Kalau tanpa penonton, lebih berat lagi,” tuturnya.

    Adhitia menegaskan bahwa dampak terbesar dari sanksi bukan hanya persoalan finansial, melainkan moral dan semangat tim serta Bobotoh yang sedang berada pada puncak hype.

    “Finansial mah sudah lah, tidak usah dibahas lagi. Tapi moral itu yang berpengaruh, terutama dengan animo Bobotoh yang lagi tinggi. Semoga ke depan kita bisa lebih memahami aturan dan menjaga situasi,” pungkasnya.(Anki Syaban/Firza Richsan)***

    Komentar
    Additional JS