Sepak bola Internasional,
Roy Keane Ungkap Pelatih yang Lebih Hebat dari Alex Ferguson - Inggris Bola
Roy Keane tidak ragu menyebut manajer yang lebih baik dari Alex Ferguson. Siapa?
Diperbarui 31 Mar 2025, 13:45 WIBDiterbitkan 31 Mar 2025, 13:45 WIB
Tokoh lainnya adalah Roy Keane. Menurutnya, Liga Super Eropa hanya bergantung kepada uang dan keserakahan dan berharap FIFA dapat menghentikannya. (AFP/Nick Potts/Pool)... Selengkapnya
Bola.com, Jakarta - Hubungan Roy Keane dan Sir Alex Ferguson sejak perpisahan mereka pada 2005 telah lama menjadi sorotan.
Mantan kapten MU asal Irlandia itu kecewa dengan cara kepindahannya dari Old Trafford ditangani, dan hingga kini, keduanya masih belum berdamai atas peristiwa tersebut.
Kendati ada ketegangan di antara keduaya, tidak bisa disangkal bahwa mereka memiliki rasa hormat terhadap pencapaian yang diraih bersama.
Keane memenangkan tujuh gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions selama membela Setan Merah, menjadi satu di antara pemain paling berpengaruh dalam era kejayaan Ferguson.
Dengan Ferguson sebagai pemimpin dari pinggir lapangan dan Keane bertarung di atas lapangan, kombinasi mereka adalah satu di antara yang paling ditakuti oleh lawan.
Hanya, meski Ferguson dianggap sebagai manajer terbaik sepanjang sejarah Premier League, Keane ternyata tidak menempatkannya sebagai pelatih terbaik yang pernah ia tangani.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Keane Pilih Brian Clough Sebagai Manajer Terbaik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4501527/original/084889000_1689251560-brian_clough_with_the_european_cup.jpeg)
Pelatih Nottingham Forest, Brian Clough, berfoto dengan trofi Piala Champions 1979/1980. Brian Clough pernah membesut Derby County dan Nottingham Forest yang menjadi rival dalam East Midlands Derby. Derby County ditanganinya pada 1967/1968 hingga 1973/1974. Sementara Nottingham Forest memakai jasanya pada tengah musim 1974/1975 hingga akhir musim 1992/1993. (uefa.com)... Selengkapnya
Roy Keane tidak hanya bekerja di bawah asuhan Ferguson sepanjang kariernya. Sebelum bergabung dengan MU, ia pertama kali datang ke Inggris untuk bermain bersama Nottingham Forest, yang saat itu dilatih oleh Brian Clough—sosok legendaris yang membawa klub tersebut meraih dua trofi European Cup.
Ketika diminta memilih siapa pelatih terbaik yang pernah menanganinya, Keane lebih memilih Clough ketimbang Ferguson. Ia mengungkapkan alasannya.
"Saya bekerja di bawah dua manajer hebat, dan saya menempatkan Brian Clough di atas Alex Ferguson karena satu alasan sederhana. Apa hal terpenting dalam karier sepak bola saya? Brian Clough yang merekrut saya. Itu yang memulai segalanya," ujarnya.
"Dua manajer yang berbeda, tapi sama-sama brilian. Saya merasa kehangatan Clough lebih tulus. Sementara dengan Sir Alex Ferguson, semuanya adalah bisnis – benar-benar bisnis. Jika dia bersikap baik, saya akan berpikir: 'Ini bagian dari bisnisnya'," ungkap Keane.
Clough memimpin Nottingham Forest selama 18 tahun, sebelum akhirnya meninggalkan klub pada 1993—tahun yang sama ketika Keane pindah ke MUd.
Sebagai satu di antara manajer dengan man-management terbaik dalam sejarah sepak bola Inggris, tidak mengherankan Keane menganggapnya sebagai pelatih terbaik yang pernah ia miliki.
Ketegasan Sir Alex Ferguson
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134719/original/030051400_1739674726-alex.jpg)
Mantan manajer dan pemain sepak bola Skotlandia, Alex Ferguson, berdiri di belakang karangan bunga saat memberikan penghormatan kepada mendiang pemain Manchester United Danny Law selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 19 Januari 2025. (Ian HODGSON/AFP)... Selengkapnya
Kendati lebih memilih Clough sebagai pelatih terbaik, Keane tetap mengakui kehebatan Ferguson sebagai pemimpin tim. Ia menilai sifat tanpa kompromi Ferguson menjadi satu di antara kunci kesuksesannya.
"Dia sangat gigih dan tanpa ampun. Kurangnya kehangatan itu justru menjadi kekuatannya. Manchester United adalah klub yang jauh lebih besar dibandingkan Nottingham Forest, tetapi sifat dinginnya membuatnya sukses," kata Keane.
"Pesannya selalu jelas. Saya tidak pernah sekali pun bingung dengan instruksi atau taktiknya. Saya mungkin mendengar dia berbicara 500 kali, dan saya selalu berpikir: 'Ya, itu bagus'," katanya lagi.
Terlepas dari gaya kepemimpinan yang berbeda antara Ferguson dan Clough, Keane menegaskan bahwa ia ingin menggabungkan elemen dari keduanya jika ia menjadi seorang manajer.
"Saya pikir itu luar biasa. Sebagai seorang manajer, saya akan mengambil kehangatan Clough dan ketegasan Ferguson, lalu mencampurnya – tetapi tetap menambahkan karakter saya sendiri," ucapnya.
Keane telah mencoba peruntungan sebagai pelatih, tetapi belum mencapai kesuksesan seperti kedua mentornya.
Meski begitu, pandangannya terhadap kepemimpinan dua manajer legendaris ini tetap menjadi referensi penting dalam dunia sepak bola.
Sumber: Give Me Sport

Dapatkan berita terkini setiap hari
Success! email berhasil dikirim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar