AC Milan, Kapal yang Bocor di Tengah Badai Serie A - Bola net - Arenanews

Informasi Arena Olahraga

demo-image

Post Top Ad

demo-image

AC Milan, Kapal yang Bocor di Tengah Badai Serie A - Bola net

Share This
Responsive Ads Here

 Sepak Bola Internasional, 

AC Milan, Kapal yang Bocor di Tengah Badai Serie A - Bola

feyenoord-ac-milan-s_bd5be4c

Gia Yuda Pradana | 31 Maret 2025 17:26

Bola.net - AC Milan kembali menelan pil pahit di kancah Serie A musim 2024/2025. Bertandang ke markas Napoli pada pekan ke-30, Senin, 31 Maret 2025, Rossoneri harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-2. Kekalahan ini semakin memperdalam luka Milan yang tengah berjuang mencari konsistensi di bawah arahan pelatih Sergio Conceicao.

Dua gol cepat Napoli di babak pertama melalui Matteo Politano dan Romelu Lukaku seolah menjadi pukulan telak bagi mentalitas para pemain Milan. Meski sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol telat Luka Jovic, hal itu tak cukup untuk menghindarkan Milan dari kekalahan. Hasil ini menambah panjang daftar catatan buruk Milan, terutama dalam hal pertahanan yang terlihat semakin rapuh.

Kritik tajam pun tak terhindarkan, bahkan media ternama Italia, La Gazzetta dello Sport, menggambarkan kondisi Milan saat ini seperti 'kebocoran di semua sisi'. Sorotan utama tertuju pada pendekatan tim dalam pertandingan dan buruknya koordinasi di lini belakang. Reaksi di babak kedua memang patut diapresiasi, tapi hal itu tak mampu menutupi kekhawatiran mendalam terhadap performa Milan secara keseluruhan.

1 dari 4 halaman

Pertahanan Rapuh, Mimpi Eropa Semakin Jauh

Pertahanan Rapuh, Mimpi Eropa Semakin Jauh

Theo Hernandez meninggalkan lapangan usai menerima kartu merah dalam laga leg kedua playoff Liga Champions antara AC Milan dan Feyenoord, Rabu (18/2/2025). (c) Spada/LaPresse via AP

Babak pertama kontra Napoli sekali lagi menjadi mimpi buruk bagi Milan. Ini bukan kali pertama di era kepelatihan Sergio Conceicao, Milan harus tertinggal dua gol di paruh pertama pertandingan. Statistik di liga dan tersingkirnya mereka di babak play-off Liga Champions menjadi bukti nyata betapa buruknya kinerja tim di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut, setelah sebelumnya juga gagal bersama Fonseca.

Kini, posisi empat besar yang sebelumnya menjadi target realistis, terasa semakin jauh dengan selisih sembilan poin. Satu-satunya harapan untuk meraih trofi dan mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan kini bertumpu pada Coppa Italia. Namun, tantangan berat menanti di babak semifinal, di mana mereka harus berhadapan dengan rival sekota, Inter Milan. Meski pernah mengalahkan sang pemuncak klasemen di Riyadh, peluang Milan kali ini terbilang kecil.

Rentetan tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi, termasuk leg kedua Liga Champions melawan Feyenoord, selalu diwarnai kebobolan minimal satu gol. Sulit rasanya untuk berbicara tentang target tinggi jika lini pertahanan terus menjadi sumber masalah. Rotasi yang kerap terjadi di jantung pertahanan juga patut dipertanyakan efektivitasnya. Milan seolah tak memiliki duet bek tengah yang paten. Kesalahan individu juga kerap terjadi, baik dari Theo Hernandez maupun Strahinja Pavlovic. Sementara itu, Fikayo Tomori, yang sempat menjadi andalan, justru lebih sering menghuni bangku cadangan sejak pertengahan Februari.

2 dari 4 halaman

Start Buruk Jadi Momok, Mentalitas Dipertanyakan

Start Buruk Jadi Momok, Mentalitas Dipertanyakan

Duel Napoli vs AC Milan di Stadio Diego Armando Maradona, Senin (31/03/2025). (c) acmilan.com

Kekalahan dari Napoli kembali memperlihatkan masalah klasik Milan, yaitu buruknya awal pertandingan. Dua gol Napoli di 20 menit pertama menjadi bukti nyata betapa lambatnya Milan panas dalam sebuah laga. Di bawah kepemimpinan Conceicao, tercatat sudah 12 kali Milan tertinggal lebih dulu dari lawan-lawannya.

Sebuah tim besar seharusnya tidak boleh terlalu sering berada dalam posisi tertinggal, apalagi jika target utama adalah meraih gelar juara dan bersaing di level tertinggi. Kondisi ini tentu sangat mengecewakan bagi pemain sekaliber Mike Maignan dan rekan-rekannya, setidaknya di kompetisi liga.

Harapan untuk tampil di Eropa musim depan kini sepenuhnya bergantung pada raihan gelar Coppa Italia. Jika berhasil meraih trofi tersebut, Milan akan menambah koleksi gelarnya menjadi 51 dan mengamankan satu tiket ke Liga Europa. Namun, Liga Champions kini hanyalah sebuah ilusi. Tanpa partisipasi di kompetisi elit Eropa tersebut, Milan akan kehilangan potensi pendapatan yang sangat besar dari UEFA.

3 dari 4 halaman

Catatan Buruk Kontra Tim Papan Atas, Asa Coppa Italia Mengecil

Catatan Buruk Kontra Tim Papan Atas, Asa Coppa Italia Mengecil

Skuad AC Milan merayakan gol Luka Jovic ke gawang Napoli di Stadio Diego Armando Maradona, Senin (31/03/2025). (c) acmilan.com

Statistik pertemuan Milan dengan tim-tim yang berada di atas mereka di klasemen Serie A musim ini sangat mengkhawatirkan. Dari 12 pertandingan yang telah dilakoni melawan tim-tim tersebut, Milan hanya mampu meraih satu kemenangan (melawan Inter di awal musim) dan lima hasil imbang (melawan Inter di pertemuan kedua, Lazio, Roma, dan Juventus).

Dari total 36 poin maksimal dari 12 laga tersebut, Milan hanya mampu mengumpulkan tujuh poin. Lebih mirisnya lagi, dari 12 pertandingan melawan para rival langsung tersebut, hanya satu kali lini pertahanan Milan mampu mencatatkan clean sheet, yaitu saat bermain imbang 0-0 melawan Juventus.

Catatan ini tentu menjadi alarm keras bagi Sergio Conceicao dan jajaran manajemen Milan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh demi memperbaiki performa tim di sisa musim ini.

Sumber: Sempre Milan

4 dari 4 halaman

Klasemen Serie A

Comment Using!!

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad

Pages