Sepak bola Internasional
Pelatih Spanyol Hormati Keputusan Lamine Yamal Berpuasa Ramadan, Tolak Bandingkan dengan Lionel Messi - Semua Halaman - Bolasport

BOLASPORT.COM - Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menghormati keyakinan Lamine Yamal untuk tetap menjalankan puasa di tengah komitmen bersama negara maupun klub.
Bocah ajaib Barcelona tersebut menjalani agenda padat Maret ini bersama klub dan tim nasional yang jatuh bertepatan dengan Bulan Ramadan.
Sebagai muslim yang taat, Lamine Yamal tetap menjalankan puasa di tengah aktivitas latihan maupun pertandingan yang ketat.
Winger kelahiran Llobregat, 17 tahun silam, ini memiliki darah Maroko dari sang ayah, sementara ibunya berasal dari Guinea Ekuatorial.
Yamal sudah terbiasa menjalankan ibadah puasa sambil melakukan pekerjaannya di klub.
Namun, situasi ini pertama kali dialami pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente.
Baru sekarang Tim Matador melakoni agenda pertandingan pada Bulan Ramadan dengan memiliki pemain yang sedang berpuasa di dalam skuadnya.
Yamal sebenarnya bukan satu-satunya pemain Spanyol yang beragama Islam.
Sebelum dia, ada juga Adama Traore dan Ansu Fati.
Hanya, tak satu pun dari mereka yang memperkuat tim nasional tepat ketika Ramadan.
Meskipun hal ini baru terjadi, De la Fuente tak mempermasalahkan pilihan Yamal untuk tetap berpuasa.
Dia menghormati keyakinan yang dipeluk semua pemain.
Sang pelatih juga yakin Yamal bisa tetap tampil beringas di tengah puasa karena mengikuti instruksi ahli nutrisi tim yang mengatur pola makan dan aktivitasnya secara ketat.
"Kami selalu menghormati keyakinannya. Dia berada dalam kondisi yang luar biasa untuk bermain," ujar De la Fuente, dikutip BolaSport.com dari Marca.
"Dia mengikuti ajaran agamanya. Saya menghormati keyakinan setiap orang."
"Saya tidak pernah mengalami situasi seperti ini, tetapi ini sepenuhnya normal."
"Mustahil untuk menjalani pertandingan-pertandingan ini tanpa pemain dengan talenta seperti dia."
"Kami sangat memperhatikan para pemain, seperti yang saya pahami bahwa klub-klub juga demikian. Namun, kami juga selalu memberikan yang terbaik," katanya.
Talenta super alumni La Masia itu memang sangat dibutuhkan timnas Spanyol.
Walaupun masih sangat belia, aksi-aksi Yamal kerap menjadi pembeda bagi La Furia Roja ataupun Barcelona.
Sejauh ini dia sudah memberikan 3 gol dan 8 asis bersama timnas senior (18 partai) serta 20 gol dan 24 asis untuk Barca (89 laga).
Tak heran kalau publik mulai melihat potensi Yamal sebagai penerus terbaik Lionel Messi di masa depan.
Ihwal perbandingan dengan sang megabintang, De la Fuente menolak untuk melakukan komparasi dan tak mau terlibat jauh dalam perdebatan.
Dia hanya berharap Lamine Yamal bisa berkembang secara baik dan wajar.
"Ia memiliki potensi untuk menjadi pesepak bola yang berbeda. Kualitas, kepercayaan diri, keberaniannya...," lanjut pelatih juara Euro 2024.
"Tetapi saya juga selalu mengingatnya. Ia masih berusia 17 tahun, ia masih berkembang, dan perjalanannya masih panjang."
"Ia akan melewati masa-masa sulit, dan kami harus membantunya, bukan sebaliknya."
"Mari kita lakukan semua yang kita bisa untuk memastikan hal itu tidak menyulitkannya."
"Mudah-mudahan kita akan melihat seorang pemain sepak bola legendaris yang menandai sebuah era baru," kata De la Fuente.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar