0
News
    Home Featured Menpora Pilihan Sepak Bola Sepak Bola Indonesia SUGBK

    Menpora: Rumput SUGBK Belum Sempurna, tapi Sudah Lebih Baik - detik

    2 min read

     

    Menpora: Rumput SUGBK Belum Sempurna, tapi Sudah Lebih Baik

    Jakarta 

    -

    Rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno kembali menjadi sorotan dalam duel Indonesia vs IrakMenpora Dito Ariotedjo menegaskan bahwa kondisi lapangan sudah mengalami peningkatan, meski belum sempurna.

    Persoalan rumput SUGBK sempat ramai dibicarakan usai stadion berkapasitas 76 ribu kursi itu digunakan untuk konser musik band Korea Selatan, NCT. Pihak pengelola Gelora Bung Karno (PPK GBK) berupaya merespons komentar publik dengan melakukan perbaikan secepat mungkin.

    Mereka juga terus memberikan kabar terkini perbaikan yang telah dilakukan. Akan tetapi, tak sedikit yang tetap skeptis dan menilai rumput SUGBK belum sepenuhnya pulih.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Hal itu juga diamini kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam usai melawan Irak. Ia menyebut kondisi lapangan kurang baik dan ada beberapa struktur lapangan tidak rata.

    Menpora Dito yang menonton laga Indonesia vs Irak turut membenarkan hal tersebut. Namun ia menegaskan kondisi saat ini sudah lebih baik dibandingkan saat menjamu Vietnam pada 21 Maret lalu.

    Saat itu, kondisi rumput yang buruk juga mendapat kritikan akibat dipakai untuk berbagai kegiatan non-bola, termasuk kampanye Pemilu 2024.

    "Ya, saya harus akui mungkin kalau dari GBK ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Namun, belum 100 persen sempurna. Direktur GBK sudah bilang, pola treatment-nya sudah berubah dan improvement-nya baik," kata Dito saat ditemui pewarta usai menyaksikan Indonesia Open, Jumat (7/6).

    "Ke depan GBK juga fokus bagaimana mencari pola treatment rumput agar baik seperti Singapura, itu juga seperti kita, tapi setelah tujuh tahun (mereka) sudah menemukan polanya."

    "Ya, kami dorong dan pastikan, dan kita pantau terus GBK ini, dan hampir setiap minggu kita berkoordinasi, treatment, dan mencari solusi-solusinya," ujarnya.

    (mcy/adp)

    Komentar
    Additional JS