Orangtua Perenang Azzahara Masih Pertanyakan Klaim PRSI soal Beasiswa Anaknya - Beritasatu
Orangtua Perenang Azzahara Masih Pertanyakan Klaim PRSI soal Beasiswa Anaknya
Rabu, 18 Januari 2023 | 06:15 WIB
Oleh: Chairul Fikri / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Orangtua perenang Azzahra Permatahani masih terus mempertanyakan klaim Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) bawah putri mereka itu mendapat besasiswa Federasi Renang Internasional (FINA) atau World Aquatics pada 2019.
Orangtua Azzahra menyatakan putrinya tidak pernah menerima dana beasiswa seperti diutarakan PB PRSI.
"Pernyataan dari PB PRSI pada beberapa media online tanggal 14 Januari kemarin tentang beasiswa yang telah diterima Azzahra itu tidak benar. Hal yang disampaikan sama sekali tidak dapat diterima, kami perlu bukti," ungkap ayah Azzahra Hanif Rusjdi.
Diterangkan Hanif, dana yang seharusnya diterima putrinya sekitar 3 tahun lalu hingga kini belum pernah diterima meski pihak PB PRSI menyatakan telah menyerahkannya kepada penerima.
"Azzahra sendiri memang telah menandatangani penerimaan dana bantuan bea siswa selama 1 (satu) tahun dari FINA pada formulir 'Bourses Olympiques pour entraineurs Formulaire de Candidature' berjumlah 12 (dua belas) kali, yaitu Januari 2019 sampai dengan Desember 2019. Ini diketahui PB PRSI dan Pelatih (laporan kegiatan). Dengan dasar itu, seharusnya Azzahra sudah menerima dana dari FINA itu, tapi nyatakan hingga kini belum diterima Azzahra," terangnya.
"Di sini yang bikin tanda tanya besar kami, apakah sumber dana yang seharusnya diterima Azzahra untuk pembinaan prestasi anak saya diberikan ke siapa dan bantuannya dipakai siapa?," tegas Hanif.
Hanif menyebut ada indikasi perlakuan tidak adil kepada putrinya yang seharusnya menerima dana tersebut.
"Kalau selama ini PB PRSI bilang bahwa dana yang seharusnya diterima Azzahra digunakan untuk keperluan membayar kekurangan gaji pelatih asing timnas Renang, dan digunakan untuk keperluan akomodasi saat mendampingi Azzahra selama jadi perenang nasional. Bukankah gaji, transportasi, akomodasi sudah diberikan negara sesuai dengan kontrak menjadi pelatih Timnas? Namun kenapa malah dana pembinaan beasiswa atlet yang digunakan PB PRSI, apakah itu adil?" ujarnya.
"Dengan adanya permasalahan ini, tidak salah apabila kami sebagai orang tua mempertanyakan dan menagih janji PB PRSI untuk mendiskusikanya dana beasiswa tersebut. Sedih, kecewa dan marah rasanya atas perlakuan tidak adil ini, ke mana hati nurani para pengurus di PB PRSI dalam memperlakukan anak kami yang turut bertanggung jawab sebagai penerima beasiswa dari FINA tersebut," tandasnya.
Sebelumnya, pihak PB PRSI yang diwakili oleh Wakil Ketua PRSI Harlin Raharjo menyatakan bahwa beasiswa Azzahra sekitar 3 tahun lalu saat dia menjadi perenang nasional sudah diberikan dan digunakan untuk semua kegiatan pertandingan dan persiapannya untuk Olimpiade Tokyo 2020 lalu.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
Sumber: BeritaSatu.com