Di Piala Dunia Qatar, Para Pekerja Migran Menikmati Hasil Keringatnya Lewat Pertandingan Sepak Bola Halaman all - Kompas
Di Piala Dunia Qatar, Para Pekerja Migran Menikmati Hasil Keringatnya Lewat Pertandingan Sepak Bola Halaman all - Kompas.com

Dia telah berada di Qatar selama dua tahun, bekerja berjam-jam di bawah terik matahari untuk menyelesaikan stadion-stadion tempat pertandingan Puala Dunia 2022 dihelat.
"Saya kewalahan dengan hal-hal yang saya lihat sekarang," ucap Ssenyondo, sebagaimana dilansir Reuters.
Qatar, negara penghasil gas yang kaya ini dihuni oleh 2,9 juta orang, sebagaimana dilansir Reuters.
Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah pekerja asing, mulai dari pekerja konstruksi berpenghasilan rendah hingga eksekutif dengan pengaruh yang besar.
Di satu sisi, sejumlah kelompok hak asasi menuduh pihak berwenang Qatar gagal melindungi pekerja berpenghasilan rendah dari kerja yang berlebihan, upah yang tidak dibayar, dan kondisi hidup yang buruk.
Para pekerja ini termasuk mereka yang membangun stadion dan hotel di Qatar untuk menjadi tuan rumah bagi para penggemar Piala Dunia.
Sementara itu, Pemerintah Qatar mengatakan, pihaknya telah memberlakukan reformasi ketenagakerjaan, termasuk upah bulanan minimum 1.000 real Qatar (Rp 4,2 juta), lebih banyak daripada yang dapat diperoleh banyak orang di negara asal.
Tiket menonton pertandingan pembukaan harganya dibanderol rata-rata 200 dollar AS (Rp 3,1 juta).
Namun, orang-orang dapat menyaksikan pertandingan di zona khusus fans secara cuma-cuma.
Ribuan yang orang berkumpul untuk mendukung Qatar lesu saat pertandingan berakhir dengan kemenangan Ekuador dengan skor 2-0.
"Saya membiayai saudara dan saudari saya di Etiopia dengan mengirimi mereka uang. Jadi saya datang ke sini karena tiketnya terlalu mahal," kata Ali Jammal (26) yang telah bekerja di Qatar selama lima tahun.
Seorang perawat dari Nepal mengatakan bahwa dia tidak akan dapat menonton pertandingan lain karena sif panjangnya di rumah sakit.
Mohammad Ansar, seorang warga India berusia 28 tahun yang telah bekerja di Qatar sejak awal tahun ini, mengatakan dia menjadi sukarelawan dengan FIFA di dua pertandingan yang akan datang, jadi akan menontonnya secara langsung.
Namun pada hari Minggu, dia bersyukur bisa bersama rekan kerjanya menonton di layar, meski kekalahan Qatar dirasanya mengecewakan.