0
News
    Home Featured Liga 1 Sepak Bola Sepak Bola Indonesia

    Media Malaysia Soroti 5 Pelatih yang Jadi Korban Ganasnya Liga 1 2022-2023 - Sportstars

    10 min read

     

    Media Malaysia Soroti 5 Pelatih yang Jadi Korban Ganasnya Liga 1 2022-2023 - Sportstars.Id

    Rifqi Herjoko

    Minggu, 28 Agustus 2022, 13:01 WIB
    Media Malaysia Soroti 5 Pelatih yang Jadi Korban Ganasnya Liga 1 2022-2023
    Sergio Alexandre diberhentikan dari jabatan pelatih (Foto: PSIS Semarang)

    KUALA LUMPUR – Sampai dengan pekan ketujuh, terhitung sudah lima pelatih telah menjadi korban ganasnya Liga 1 2022-2023. Fakta menarik tersebut lantas menjadi sorotan publik Asia Tenggara.

    Seperti diketahui, Liga 1 musim ini baru berjalan beberapa pekan saja. Namun, sejumlah pelatih kepala telah resmi mengakhiri kerja sama dengan klubnya masing-masing.

    Keputusan sejumlah klub untuk tidak lagi melanjutkan kerja sama dengan sang pelatih karena rentetan hasil buruk yang dialami timnya di awal musim Liga 1 2022-2023. Situasi tersebut membuat manajemen klub dan suporter gerah.

    Suporter sejumlah klub tersebut lantas ramai menyuarakan agar pelatih kepala klub kesayangan mereka mundur dari jabatannya. Salah satu pelatih top yang memutuskan mundur dari klubnya adalah mantan pelatih Persib Bandung, Robert Alberts.

    • Permalukkan Persis Solo, Dewa United Petik Kemenangan Pertamanya di Liga 1 2022/23

      Sport Stars

    • 01:42
      7 Wajah Baru Bomber Asing di Liga 1 Musim 2022-2023

      Sport Stars

    • 01:33
      Thomas Muller Kirim Pesan Buat Robert Lewandowski Usai Bayern Munchen dan Barcelona Segrup di Liga Champions

      Sport Stars

    • 02:04
      Inilah Hasil Drawing Liga Champions 2022-2023, Ciptakan Dua Grup Neraka!

      Sport Stars

    • 01:32
      Bernuansa Elegan dan Klasik, Inilah Jersey Anyar Real Madrid musim 2022/23

      Sport Stars

    • 01:35
      Ada Apa? Tiga Pelatih Mundur dari Borneo FC!

      Sport Stars

    • 02:11
      Paris Saint-Germain Rilis Jersey Tandang Musim 2022/23, Penghormatan untuk Parc des Princes

      Sport Stars

    • 00:59
      Ditinggal Pelatih Kepala, Borneo FC Rekrut Miftahudin Mukson

      Sport Stars

    • 02:22
      Jangan Jumawa Moyes, Titel Penakluk Tim Besar Tak Lengkap Jika Belum Kalahkan Tim Ini

      Sport Stars

    • 02:52
      Berani Tampilkan Warna Baru, Bali United Rilis Jersey Liga 1 2022/2023

      Sport Stars

    • 01:35
      Pelatih Klub Mesir Terkena Serangan Jantung Usai Merayakan Gol Kemenangan di Menit Akhir

      Sport Stars

    • 02:44
      Jacksen F Tiago Resmi Mundur dari Jabatan Pelatih Persis Solo

      Sport Stars

    • 01:28
      PSIS Semarang Resmi Depak Sergio Alexandre dari Kursi Pelatih

      Sport Stars

    • 01:27
      Suporter Manchester United Bikin Chants Khusus untuk Sambut Erik ten Hag

      Sport Stars

    • 01:08
      Jelang PSM Makassar vs Persib, Menanti Tangan Dingin Luis Milla

      Sport Stars

    • 01:37
      Mantan Asisten Shin Tae-yong Mendekat ke Persib, Ini Sederet Prestasi Menterengnya

      Sport Stars

    Pelatih asal Belanda itu telah malang-melintang membela klub-klub Tanah Air. Dia bahkan pernah membawa Arema Indonesia menjuarai Liga musim 2009-2010. Adapun prestasi tertingginya bersama Persib adalah membawa Si Pangeran Biru meraih posisi runner up di Liga 1 musim lalu.

    Selain Robert Alberts, terdapat empat pelatih kepala lainnya yang menjadi korban Liga 1 musim ini. Mereka adalah Dejan Antonic, Javier Roca, Jacksen F Tiago, dan Sergio Alexandre.


    Media Malaysia Soroti 5 Pelatih yang Jadi Korban Ganasnya Liga 1 2022-2023

    Sergio Alexandre diberhentikan dari jabatan pelatih (Foto: PSIS Semarang)

    Hal tersebut lantas menjadi sorotan salah satu media Malaysia. Mereka menganggap Liga 1 begitu kompetitif. Para pelatih tidak diberikan cukup peluang untuk mengembangkan timnya musim ini.

    “Tidak diberikan peluang, lima pelatih Liga Indonesia jadi korban setelah kompetisi berjalan selama sebulan,” bunyi pernyataan dari Semuanya Bola, Minggu (28/8/2022).

    “Persaingan di kompetisi Liga 1 tampak semakin kompetitif meskipun baru memasuki pekan keenam. Berbagai masalah sudah terlihat, termasuk soal pemecatan pelatih,” sambungnya kemudian.

    Tekanan suporter dan manajemen klub di Liga 1 memang begitu tinggi, sehingga mengakibatkan para pelatih yang underperform dengan cepat diganti. Adapun pecinta sepak bola Tanah Air diharapkan bisa lebih bersabar dan menanti proses dari klub kesayangannya nanti.

    Editor : Hadi Febriansyah

    Komentar
    Additional JS