0
News
    Home Featured Manchester United Sepak Bola Sepak Bola Internasional

    Skuad Manchester United Treble 1999, Di Mana Mereka Sekarang? | Goal

    14 min read

     

    Skuad Manchester United Treble 1999, Di Mana Mereka Sekarang? | Goal.com

    Eric Noveanto

    Belum ada yang bisa menandingi pencapaian Manchester United saat meraih treble pada musim 1998/99.

    Pencapaian tim legendaris Sir Alex Ferguson saat itu masih menjadi yang terbaik di antara klub-klub Inggris sampai era modern ini.

    Siapa saja yang mengisi skuad tersebut dan di mana mereka sekarang? GOAL merangkumnya untuk Anda...

    • Getty Images

      GK: Peter Schmeichel

      Cara yang luar biasa untuk mengakhiri kariernya di United - menjadi kapten di tengah absensi Roy Keane dan mengangkat trofi terbesar di level klub.

      Pembelian sukses lainnya bagi Ferguson, ia adalah kiper terbaik United dan bisa dibilang yang terbaik sepanjang masa.

      Kariernya tidak diakhiri di United. Setelah memenangkan gelar lain dengan Sporting Lisbon, ia kembali ke Liga Primer pada 2001 dengan Aston Villa dan melanjutkan kariernya bersama Manchester City.

      Sekarang ia bekerja sebagai pandit.

    • Gary Neville & Roy Keane
      Getty Images

      RB: Gary Neville

      Bagi para generasi muda, Neville mungkin lebih dikenal sebagai pandit atau komentator televisi yang bekerja untuk Sky Sports di Inggris.

      Namun ia juga merupakan tokoh kunci bagi United dan tim nasional Inggris setelah lulus dari akdemi "Kelas '92'."

      Setelah pensiun, Neville menjadi asisten pelatih untuk Inggris dan mengalami nasib buruk sebagai manajer Valencia sebelum memutuskan untuk fokus sepenuhnya pada kariernya di dunia media.

      Ia juga menjadi salah satu pemilik klub Salford City.

    • Ronny Johnsen Manchester United Champions League 1999
      Getty

      CB: Ronny Johnsen

      Bek Norwegia itu bergabung dengan United pada musim panas yang sama dengan Solskjaer dan merupakan salah satu tokoh penting yang kurang tersorot dalam skuad treble, padahal ia adalah duet solidnya Stam.

      Menghabiskan enam tahun di United sebelum bermain untuk Aston Villa dan Newcastle United.

      Pensiun pada 2008.

    • Jaap Stam
      Getty Images

      CB: Jaap Stam

      Ferguson mengakui salah satu kesalahannya adalah tidak bekerja sama lebih lama dengan Stam di Old Trafford.

      Direkrut £10,75 juta dari PSV Eindhoven pada 1998, bek tengah bertubuh besar itu memenangkan gelar di masing-masing dari tiga musim di klub, sebelum kemudian dijual ke Lazio. Transfer itu juga ditulis dalam otobiografinya tentang bagaimana kepindahannya ke United terwujud.

      Kemudian ia memiliki karier yang luar biasa di Italia, juga bermain untuk AC Milan sebelum bergabung dengan Ajax.

      Beralih profesi ke dunia manajemen, Stam sempat menangani Reading dan Feyenoord.

    • Denis Irwin Manchester United
      Getty Images

      LB: Denis Irwin

      Bek Republik Irlandia harus dianggap sebagai salah satu rekrutan terbaik Ferguson dan salah satu pembelian terbaik dalam sejarah klub - didatangkan dari Oldham seharga £625.000 pada 1990.

      Mengakhiri kariernya di Wolverhampton Wanderers pada 2004.

      Setelah pensiun, Irwin bekerja untuk MUTV dan juga sebagai duta klub.

    • Nicky Butt Manchester United
      Getty

      CM: Nicky Butt

      Salah satu dari angkatan "Kelas '92", Butt muncul dari tim muda dan bertahan di United sampai akhirnya pindah ke Newcastle United pada 2004. Ia memainkan musim terakhir sebagai pemain profesional di Hong Kong bersama South China dan pensiun pada 2011.

      Setelah pensiun, Butt kembali ke United dan menjadi kepala akademi mereka, di mana ia membantu merombak susunan tim usia muda di sana.

    • David Beckham Man Utd celebrate
      Getty Images

      CM: David Beckham

      Salah satu pesepakbola Inggris terhebat sepanjang masa, Beckham menjadi pemain ikonik United dengan jersey No.7 yang terkenal sebelum pindah ke Real Madrid pada 2003.

      Mantan kapten Inggris itu kemudian menjadi pelopor transfer pemain dari Eropa ke Amerika Serikat (AS), dengan bermain untuk LA Galaxy di MLS.

      Ia melanjutkan kariernya di level tertinggi di Eropa sampai memasuki fase terakhirnya sebagai pemain pinjaman di AC Milan dan lalu pindah ke PSG.

      Beckham pernah menjadi bagian dari tim sukses kampanye Olimpiade London 2012 dan sekarang menjadi pemilik klub MLS, Inter Miami.

    • Title-winning teenagers | Ryan Giggs Manchester United
      Getty Images

      RW: Ryan Giggs

      Giggs membuat rekor klub dengan 939 penampilan bagi United dan memenangkan lebih banyak gelar Liga Primer daripada pemain lain, dengan koleksi 13 trofi.

      Setelah pensiun pada 2014, dan usai mengambil peran sebagai manajer interim, ia ditunjuk sebagai asisten Louis van Gaal. Pada 2018, Giggs diangkat sebagai manajer tim nasional Wales.

      Ia sekarang juga berstatus sebagai salah satu pemilik klub League Two, Salford City.

    • Jesper Blomqvist Manchester United Champions League 1999
      Getty

      LW: Jesper Blomqvist

      Blomqvist direkrut sebagai kompetitor dan pelapis Ryan Giggs yang pada saat itu bergelut dengan cedera hamstring.

      Tapi cedera juga yang menghambat Blomqvist setelah musim pertamanya di United.

      Setelah pensiun pada 2010, ia merambah dunia kuliner dengan membuka restoran pizza di dekat ibukota Swedia, Stockholm.

    • Dwight Yorke
      Getty

      CF: Dwight Yorke

      Yorke tidak pernah memiliki pencapaian yang lebih baik daripada saat memenangkan treble setelah direkrut dari Aston Villa seharga £12,6 juta.

      Ia mencetak 29 gol di semua kompetisi setelah membentuk duet maut bersama Andy Cole.

      Meninggalkan United pada 2002 dan bermain untuk Blackburn Rovers, Birmingham City, Sydney FC dan Sunderland sebelum pensiun pada 2009.

      Yorke kemudian bekerja sebagai pakar televisi dan sekarang menjadi manajer McArthur FC di Australia.

    • On this Day Andy Cole Man Utd
      Getty Images

      CF: Andy Cole

      Kevin Keegan harus berurusan dengan amarah fans Newcastle ketika menjual Cole ke United pada 1995. Namun sang striker tidak langsung moncer di Old Trafford.

      Karena itu, Dwight Yorke didatangkan pada 1998 dan diperkirakan akan menyingkirkan Cole. Ferguson juga menghabiskan musim panas itu dengan mencoba merekrut Patrick Kluivert - begitulah tekadnya untuk merombak lini depannya.

      Tapi Cole dan Yorke malah padu dan sukses membawa United meraih treble, sekali pun tidak mencetak gol lawan Bayern Munich di final.

      Cole menghabiskan enam tahun di United dan masih menjadi pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah Liga Primer tanpa penalti.

      Ia memiliki beberapa tahun pengalaman sebagai pelatih - bekerja dengan Sol Campbell di Macclesfield dan Southend.

    • Teddy Sheringham - Manchester United
      Getty

      Cadangan: Teddy Sheringham

      Direkrut untuk menggantikan Eric Cantona pada 1997, ia awalnya mengalami kesulitan sebelum akhirnya menetapkan status legenda atas golnya di Camp Nou.

      Kembali ke Tottenham Hotspur pada 2001 sebelum menuju Portsmouth dan kemudian West Ham United. Pensiun dari sepakbola profesional setelah menghabiskan satu musim di Colchester United.

      Setelah pensiun, ia bekerja sebagai manajer Stevenage dan kemudian bekerja di Liga Super India (ISL) sebagai pelatih kepala ATK FC.

      Baru-baru ini Sheringham bekerja sebagai pandit.

    • Ole Gunnar Solskjaer 1999
      Getty

      Cadangan: Ole Gunnar Solskjaer

      Didatangkan dari Molde pada musim panas 1996 - tahun yang sama ketika Ferguson gagal mendapatkan Alan Shearer. Solskjaer bertahan selama 11 musim sebelum pensiun dari sepakbola profesional pada 2007.

      Bintang asal Norwegia itu kemudian beralih ke dunia kepelatihan ketika menangani tim cadangan United hingga 2011.

      Ia lalu bertugas di Molde, dua kali sebagai pelatih, juga dua kali di Cardiff City, namun karier manajerialnya tidak mengindikasikan ia bisa mengikuti jejak Ferguson.

      Baru terjadi pada 2018, ketika Jose Mourinho dipecat dan United mencari manajer interim.

      Solskjaer menjawab panggilan - dan comeback Liga Champions yang menakjubkan melawan Paris Saint-Germain membantunya promosi sebagai manajer permanen.

      Ia akhirnya dipecat pada November 2021 setelah kekalahan memalukan 4-1 dari Watford.

    • Raimond van der Gouw - Manchester United
      Getty

      Cadangan: Raimond van der Gouw

      Cadangan Schmeichel, Van der Gouw memainkan delapan pertandingan di musim 98/99 dan tetap di klub sampai 2002.

      Setelah pensiun ia menjadi pelatih, bekerja di Sunderland, Vitesse dan PSV Eindhoven.

    • Wes Brown Man United
      Getty Images

      Cadangan: Wes Brown

      Saat itu Brown adalah sensasi akademi terbaru, dengan United menaruh harapan besar bahwa ia bisa menjadi bek tengah bintang masa depan.

      Itu tidak pernah terwujud, namun ia adalah bek kanan utama saat Fergie memenangkan Liga Champions untuk kedua kalinya pada 2008.

      Pensiun pada 2017 dan sekarang menjadi pakar MUTV.

    • David May
      Getty Images

      Cadangan: David May

      Mungkin lebih terkenal karena posisinya di foto selebrasi Liga Champions daripada apa pun yang ia lakukan di United.

      Sekarang menjadi pakar di MUTV.

    • jonathan greening
      BBC Sports

      Cadangan: Jonathan Greening

      Seperti May, ia mendapat posisi bagus di foto selebrasi.

      Tidak mungkin ia akan berada di skuad jika bukan karena skorsing Roy Keane dan Paul Scholes.

      Meninggalkan United pada 2001 dan menempa karier yang baik di Middlesbrough, West Brom dan Fulham.

      Sekarang menjadi manajer Scarborough Athletic.

    • Gary Neville Phil Neville Manchester United 11022002
      Getty

      Cadangan: Phil Neville

      Tidak pernah mengungguli saudaranya, Gary, di United, namun memiliki peran serbabisa yang berharga.

      Pindah ke Everton pada 2005, di mana, bisa dibilang, ia menjalani karier sepakbola terbaiknya.

      Sejak pensiun, ia terjun ke dunia kepelatihan dan manajemen.

      Pernah juga bekerja sebagai komentator dan pakar TV, sambil menjadi salah satu pemilik Salford City.

    • Roy Keane
      Getty

      Skorsing: Roy Keane

      Terkenal gara-gara absen di final setelah menerima kartu kuning di semi-final lawan Juventus.

      Tapi pertandingan di Turin itu mendefinisikannya lebih dari yang lain dalam seragam United - secara heroik membawa mereka ke Nou Camp, meski tahu ia akan absen.

      Keane pernah bekerja sebagai manajer, pelatih, dan pakar sejak pensiun dan saat ini merupakan salah satu suara paling vokal dalam dunia sepakbola Inggris.

    • Paul Scholes
      Getty

      Skorsing: Paul Scholes

      Satu lagi yang absen karena mendapat kartu kuning di Turin - tapi saat itu, Keane yang dianggap rugi besar.

      Tidak seperti Keane, Scholes mendapatkan kesempatan lain untuk mengangkat trofi - sebagai bagian dari tim pemenang Liga Champions 2008.

      Mencoba dunia kepelatihan dengan menangani Oldham, tetapi sebagian besar menghabiskan masa pensiunnya dengan bekerja sebagai pandit televisi.

      Selain itu, ia sekarang juga merupakan salah astu pemilik Salford City.

    Komentar
    Additional JS