0
News
    Home Featured Moto GP Sirkuit Mandalika

    MotoGP Mandalika 2022 Bakal Dikawal 5 Kapal Perang TNI AL, Halau Ancaman dan Gangguan di Perairan - TRIBUNNEWS

    7 min read

     

    MotoGP Mandalika 2022 Bakal Dikawal 5 Kapal Perang TNI AL, Halau Ancaman dan Gangguan di Perairan - Halaman all

    ilustrasi Kapal perang Republik Indonesia (KRI) jenis kapal cepat rudal trimaran di galangan kapal PT Lundin Industry Invest, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (21/8/2021).
    ilustrasi Kapal perang Republik Indonesia (KRI) jenis kapal cepat rudal trimaran di galangan kapal PT Lundin Industry Invest, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (21/8/2021).
    X

    TRIBUN-BALI.COM - TNI AL akan menerjunkan lima Kapal Perang Indonesia untuk mengawal perhelatan balap kelas dunia MotoGP 2022 yang akan berlangsung di Sirkuit Mandalika, NTB.

    Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Mataram Kolonel Laut (P) Djawara Whimbo di Mataram, mengatakan, tujuan TNI AL menerjunkan armada perang tersebut untuk menghalau segala bentuk ancaman atau pun gangguan, khususnya di kawasan perairan.

    "Lima kapal itu nanti pengamanannya di sekitar kawasan MotoGP dilaksanakan, fokus di sana.

    Nah, menjelang MotoGP-nya, itu kita fokus terbagi di laut sekitar sirkuit sama pelabuhan-pelabuhan," kata Whimbo, melansir dari ANTARA, Minggu (30/1/2022).

    Pelabuhan kapal di wilayah NTB sendiri ada lima, dua di wilayah Pulau Lombok dan tiga lainnya di Pulau Sumbawa.

    Pengamanannya dilaksanakan dengan patroli serta koordinasi bersama para pihak terkait, seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Basarnas, Polair dan Bakamla.

    "Jadi semua komponen nanti akan terlibat," ujarnya.

    Whimbo turut menyampaikan sejumlah kerawanan yang menjadi atensi pengamanan di kawasan perairan.

    Bukan hanya aksi perompak, namun juga tugas evakuasi korban dari musibah kapal karam, terbakar atau kapal yang mengalami kebocoran.

    Untuk kesiapan mengantisipasi dan menangani masalah di kawasan perairan, TNI AL terus melakukan giat latihan bersama.

    "Seperti sekarang kita sedang melaksanakan latihan bersama stakeholder (pemangku kepantingan) yang ada di laut untuk menangani suatu permasalahan bersama-sama.

    Misalnya, perompakan, kita (TNI AL) dan Polairud yang bergerak," ucap dia.

    Lebih lanjut, dari lima kapal perang yang diterjunkan dalam pengamanan MotoGP 2022, satu di antaranya sudah berlabuh di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, yakni KRI Sampari-628.

    "Sementara empat lainnya menyusul, untuk satu di antaranya sekarang dalam perjalanan menuju NTB.

    Sedangkan tiga kapal baru akan bergeser beberapa hari sebelum perhelatan MotoGP," tutur Whimbo.

    Lantas, seperti apa kehebatan KRI Sampari-628?

    KRI Sampari-628 merupakan satu dari tiga generasi pertama buatan PT PAL yang dipesan TNI AL.

    Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Mengenal 5 Kapal Cepat Rudal 60 Meter Andalan TNI AL Buatan PAL'. KRI Sampari-628 mempunyai panjang keseluruhan 60 meter dengan bobot total 460 ton.

    Sebagai kapal cepat, KRI Sampari-628 didukung dua mesin diesel yang masing-masing punya kekuatan 2.880 KW.

    Dari mesin tersebut, dapat dicapai kecepatan maksimum 28 knot, kecepatan jelajah 20 knot, dan kecepatan ekonomis 15 knot yang mampu membawa 55 personel.

    KRI Sampari-628 dirancang untuk mampu berlayar terus-menerus selama 9 hari dengan jarak jelajah bisa mencapai 2.400 Nm pada kecepatan 20 knot.

    Rekomendasi Hotel dan Homestay di Sekitar Sirkuit Mandalika

    Jelang ajang bergengsi MotoGP Mandalika yang diselenggarakan pada 18-20 Maret 2022, pemerintah mulai menyiapkan penginapan yang bisa disewa oleh penonton.

    Seperti rumah-rumah warga di sekitar Sirkuit Mandalika yang disulap menjadi homestay yang tidak kalah dengan hotel berbintang.

    Dilansir dari TribunLombok, rumah warga ditata ulang dan dibuat menjadi tiga kamar.

    Satu kamar disiapkan untuk wisatawan atau penonton MotoGP Mandalika.

    Kemudian kamar lainnya sebagai tempat tinggal pemilik homestay.

    Kepala Desa Kuta Lalu Mirate (58) mengatakan, rehab rumah menjdi homesty tersebut merupakan program kementerian PUPR dan diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.

    Rumah-rumah tersebut disiapkan pemerintah agar wisatawan yang tidak mendapatkan kamar hotel bisa menginap di homestay warga.

    "Saya sudah memastikan jika kamar di Mandalika ini sudah Full Booked," jelasnya, sambil memperlihatkan bangunan homestay warga tersebut.

    Terkait progress pembangunan, Lalu Mirate mengatakan, pembangunan fisik dan fasilitas kamar semuanya sudah tuntas.

    Hanya beberapa fasilitas bagian luar saja yang belum dilakukan pembangunan.

    "Saat ini hanya jalan setapak dan taman yang sedang dalam proses pengerjaan. Proses pengerjaannya juga tetap dipantau oleh kementerian PUPR," ujarnya.

    Terkait harga per malam, ia mengatakan belum ada kesepakatan antara pemerintah dengan warga.

    Mengenai bantuan yang diberikan, pemerintah memberikan material bangunan dan fasilitas kamar kepada warga.

    Caranya warga membeli material bangunan dan fasilitas kamar kepada toko bangunan yang sudah memiliki lisensi.

    Selanjutnya struk tersebut menjadi laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah untuk mencairkan anggaran pembangunan.

    Terkait toko bangunan yang dijadikan tempat beli bahan bangunan, Mirate mengatakan, hal itu sepenuhnya menjadi hak pemerintah untuk menentukan.

    Mirate hanya mengkoordinasikan kepastian warganya mendapatkan program ini.

    Rumah warga yang dijadikan homestay memang rumah yang tidak layak huni.

    "Jadi, rumah warga tersebut tidak direnovasi melainkan dilakukan pembongkaran dan dilakukan pembangunan ulang," katanya.

    Dengan adanya program tersebut, Mirate mengaku sangat bersyukur karena bisa mensejahterakan kehidupan warganya.

    Tersedia 200 Unit

    Rumah warga Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah beralih jadi homestay.

    Homestay ini nantinya menjadi penginapan bagi penonton MotoGP Mandalika.

    MotoGP Mandalika digelar pada 18-20 Maret 2022.

    Balapan paling elit sejagat ini bakal berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

    Rumah warga Desa Kuta yang disulap jadi homestay sebanyak 200 unit dan tersebar di 14 dusun.

    Kepala Desa Kuta Lalu Mirate, Jumat (28/1/2022), menyatakan kesiapan rumah warganya untuk menampung penonton MotoGP Mandalika.

    Mirate merinci, homestay berada di Dusun Kuta 1, Dusun Sekar Kuning, Dusun Ketapang, Dusun Mong I.

    Dusun Mong II, Dusun Mong III Dusun Mong Lauq, Dusun Memate, Dusun Lensar, Dusun Baturiti.

    Dusun Ujung Daye, Dusun Ngolang, Dusun Rangkep I, Dusun Rangkep II, Dusun Dusun Mengalung, dan Dusun Merendeng.

    Pemerintah menganggarkan Rp115 juta untuk perbaikan 1 unit rumah warga menjadi homestay.

    Sisanya apabila masih belum mencukupi, maka warga swadaya.

    "Harapannya nanti saat pegelaran MotoGP tes pra-musim maupun nanti saat MotoGP Mandalika Maret semuanya sudah terisi," kata Mirate.

    Mirate tidak risau mengenai tingkat keterisian homestay rumah warga ini.

    Seluruh hotel dan penginapan di area Sirkuit Mandalika sudah terisi penuh.

    Homestay rumah warga Desa Kuta terbantu promosi Kemenparekraf RI.

    “Profitnya sepenuhnya menjadi hak warga," ucap Mirate.

    Homestay rumah warga ini menjadi berkah tersendiri.

    Warga Desa Kuta bisa memetik untung dari MotoGP Mandalika.

    Dia berharap rumah warga Desa Kuta lainnya bisa diubah menjadi homestay.

    Selain karena peluang ekonominya, juga pada aspek kesejahteraan warganya.

    "Disini masih banyak rumah warga yang tidak layak huni sehingga saya berharap ada tambahan kuota lagi dari pemerintah. Saya berharap pula warga bisa menambah kamar dari Homestay ini," pungkas Mirate.(*)

    Komentar
    Additional JS