Tragedi Berdarah di India Open, Turnamen Langsung Dibatalkan, BWF Turun Tangan By Pikiran Rakyat
Tragedi Berdarah di India Open, Turnamen Langsung Dibatalkan, BWF Turun Tangan
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fassets.pikiran-rakyat.com%2Fcrop%2F63x167%3A701x455%2Fx%2Fphoto%2F2021%2F11%2F09%2F4238517398.jpg)
HALOYOUTH - Gelaran turnamen India Open 2022 secara resmi telah bergulir sejak 11 Januari 2022 kemarin. Wakil Indonesia kini hanya tersisa tiga pemain saja.
Sebelumnya Indonesia telah mengirimkan sebanyak lima wakilnya, namun melalui jalur profesional atau non Pelatnas, lantaran PBSI secara lebih dulu menarik mundur dari turnamen tersebut.
Namun pada babak 32 besar pertama dimulai, dua dari lima wakil Indonesia yang ikut serta pada turnamen India Open 2022 menyatakan mundur.
Keduanya tersebut yakni Fitriani dan Yulia Yosephine Susanto, yang berasal dari sektor tunggal putri dan ganda putri.
Pada sektor ganda putri, mereka seharusnya akan berhadapan dengan wakil Malaysia yakni Vivian Hoo dan Lim Chiew Sien.
Sedangkan pada sektor tunggal putri, Fitriani telah dijadwalkan akan berhadapan dengan Lauren Lam wakil Amerika, sementara Yulia Yosephine Susanto berhadapan dengan wakil India, Shruti Mundada.
Hal ini juga dikabarkan langsung oleh PB Djarum melalui akun Instagram pribadinya @pbdjarum.
"UPDATE: Fitriani/Yulia mengundurkan diri dari turnamen ini. Mimin baru dapet infonya, sobat!," Tulisnya dalam unggahan terbaru di Insta-Story.
"Semangat buat Tommy dan The Daddies," tambah tulisan tersebut.
Berbicara turnamen India Open, tahukah kamu badminton lovers, ternyata turnamen ini juga pernah memiliki tragedi berdarah pada beberapa tahun lalu.
Pada tahun 2007, India Open pertama kali akan diselenggarakan di Hyderabad pernah dibatalkan akibat adanya peristiwa pengeboman di kota tersebut.
Gelaran BWF World Tour Super 500 ini menyisakan luka bagi penduduk setempat lantaran ledakan bom terjadi di Masjid Hyderabad.
Saat itu umat Islam tengah melaksanakan solat Jumat dan membuat para jemaah langsung berhamburan keluar.
Namun polisi pun akhirnya berhasil menjinakkan tiga Bim sekaligus. Kendati demikian, akibat peristiwa itu setidaknya telah menewaskan sebanyak tujuh orang.
Peristiwa ini juga memicu ketegangan antara kaum Hindu dengan umat Muslim di kota Hyderabad.
Akibat insiden itu pun berdampak pada penyelenggaraan turnamen di India Open yang saat itu juga langsung dibatalkan, lantaran situasi di Kota Hyderabad sedang dalam keadaan kacau.
Ternyata tak hanya bom saja yang membuat turnamen India Open ini batal, pada tahun 2020 dan 2021, turnamen ini juga sempat di batalkan akibat wabah virus Corona.
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pun langsung mengabarkan pada tahun 2020 kemarin langsung membatalkan empat turnamen BWF World Tour Series sekaligus.