Ozil Yakin Dirinya Dikucilkan Gara-gara Kritiknya soal Muslim Uighur Ozil Yakin Dirinya Dikucilkan Arsenal Gara-gara Kritiknya soal Muslim Uighur - indosport
1 min read
Ozil Yakin Dirinya Dikucilkan Gara-gara Kritiknya soal Muslim Uighur
Ozil Yakin Dirinya Dikucilkan Arsenal Gara-gara Kritiknya soal Muslim Uighur - indosport
Kamis, 22 Oktober 2020 20:49 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
Mesut Ozil tampak tak percaya Arsenal ditahan West Ham United di Liga Primer Inggris
INDOSPORT.COM – Mesut Ozil yakin dirinya dikucilkan dari tim Arsenal gara-gara kritiknya terhadap perlakuan China kepada muslim Uighur.
Pesepak bola asal Jerman itu belum bermain lagi sejak Maret dan tak diikutsertakan dalam skuat Mikel Arteta di Liga Inggris maupun Liga Europa. Mengutip laporan The Sun, Ozil pun menduga perlakuan yang diterimanya ini gara-gara kritiknya terhadap China.
Pada Desember lalu, Ozil buka suara melalui akun Instagramnya. "Mereka membakar Quran. Mereka menutup masjid-masjid dan sekolah. Mereka membunuh orang-orang suci."
"Para pria (Uighur) dipaksa masuk kamp dan keluarganya dipaksa tinggal bersama orang-orang China. Para perempuan dipaksa menikahi laki-laki China," tulisnya ketika itu.
Saluran televisi China, CCTV, langsung membatalkan siaran pertandingan Arsenal melawan Manchester City satu hari kemudian.
Arsenal pun langsung mengeluarkan pernyataan bahwa klub tidak mau disangkut-pautkan dengan komentar Ozil itu dan tidak mau terlibat dalam urusan politik.
Sejak saat itu, sederet perlakuan tidak menyenangkan diterima Ozil. Seperti komentator yang tidak mau menyebutkan nama Ozil dalam pertandingan, tak dimasukkan dalam PES edisi China, dan profilnya dalam media sosial China, Weibo, dihapus.
Ozil Yakin Dirinya Dikucilkan Arsenal Gara-gara Kritiknya soal Muslim Uighur - indosport
Kamis, 22 Oktober 2020 20:49 WIB
Editor: Arum Kusuma Dewi
Mesut Ozil tampak tak percaya Arsenal ditahan West Ham United di Liga Primer InggrisINDOSPORT.COM – Mesut Ozil yakin dirinya dikucilkan dari tim Arsenal gara-gara kritiknya terhadap perlakuan China kepada muslim Uighur.
Pesepak bola asal Jerman itu belum bermain lagi sejak Maret dan tak diikutsertakan dalam skuat Mikel Arteta di Liga Inggris maupun Liga Europa. Mengutip laporan The Sun, Ozil pun menduga perlakuan yang diterimanya ini gara-gara kritiknya terhadap China.
Pada Desember lalu, Ozil buka suara melalui akun Instagramnya. "Mereka membakar Quran. Mereka menutup masjid-masjid dan sekolah. Mereka membunuh orang-orang suci."
"Para pria (Uighur) dipaksa masuk kamp dan keluarganya dipaksa tinggal bersama orang-orang China. Para perempuan dipaksa menikahi laki-laki China," tulisnya ketika itu.
Saluran televisi China, CCTV, langsung membatalkan siaran pertandingan Arsenal melawan Manchester City satu hari kemudian.
Arsenal pun langsung mengeluarkan pernyataan bahwa klub tidak mau disangkut-pautkan dengan komentar Ozil itu dan tidak mau terlibat dalam urusan politik.
Sejak saat itu, sederet perlakuan tidak menyenangkan diterima Ozil. Seperti komentator yang tidak mau menyebutkan nama Ozil dalam pertandingan, tak dimasukkan dalam PES edisi China, dan profilnya dalam media sosial China, Weibo, dihapus.