Kehadiran Suporter Bisa Sebabkan Klub Kalah, Jakmania Minta PT LIB Sosialisasi Aturan Liga 1 2020 - Wartakota
Kehadiran Suporter Bisa Sebabkan Klub Kalah, Jakmania Minta PT LIB Sosialisasi Aturan Liga 1 2020 - Wartakota
Jakmania saat mendukung Persija di stadion.WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Baru-baru ini, publik sepak bola di Indonesia dihebohkan dengan adanya rencana aturan baru yang dikeluarkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada pelaksanaan Liga 1 2020
Aturan baru yang sedang ramai diperbincangkan yaitu pada saat suporter menyaksikan pertandingan langsung Liga 1, klub bisa diganjar hukuman kalah.
Peraturan tersebut menjadi perdebatan dan perbincangan di kalangan suporter sepak bola di Indonesia.
Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno mengaku belum mengetahui secara pasti aturan yang akan ditetapkan pada pelaksanaan kompetisi.
Aturan tersebut belum jelas karena belum disosialisasikan secara langsung kepada para suporter sepak bola di Indonesia.
"Regulasinya seperti apa? Filterisasinya seperti apa? peraturan jelasnya seperti apa? dan di sekitaran stadion itu radius berapa jauh? Sampai saat ini kami belum tahu," kata Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno saat dikonfirmasi.
Menurut Diky, peraturan tersebut harus jelas terlebih dahulu dengan dibuatkan regulasi secara khusus di Liga 1.
Jika sudah ada aturan yang jelas, mau tidak mau para suporter harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.
"Yang terpenting menurut gue sih aturannya mesti jelas dulu dan nantinya benar-benar ditegakkan. Ketika itu sudah jelas, ada proses sosialisasi," ujar Diky.
Pria bernama lengkap Diky Budi Ramadhan itu masih belum bisa bersikap terkait adanya kabar aturan baru tersebut.
Jika aturan tersebut sudah final, maka PT LIB dan PSSI perlu sosialisasi terlebih dahulu sebelum melangsungkan kompetisi Liga 1 2020.
"Kalau regulasinya belum jelas, ya, bagaimana kami bisa bersikap juga. Tapi enggak usah pakai kami diundang meeting, cukup sampaikan saja dengan metode sosialisasi," tambahnya.
Lebih lanjut, pada saat kompetisi Liga 1 2020 bergulir lagi, the Jakmania pasti akan mendukung Persija Jakarta dengan caranya masing-masing.
Namun, segala aturan yang dibuat manajemen Persija, PSSI, dan PT LIB akan menjadi pedoman utama bagi the Jakmania dalam memberikan dukungan.
"Ketika Persija memutuskan ikut dan nanti Liga 1 sudah dijalankan, mau ga mau kita harus tetep mendukung Persija. Karena Jakmania adalah fans Persija," tuturnya.
Di sisi lain, pada saat pelaksanaan kompetisi Liga 1 dilanjutkan, Persija Jakarta telah memilih berkandang di Bantul.
Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, dipilih untuk menjadi markas baru tim Macan Kemayoran di Liga 1 2020.
Persija Jakarta dipermalukan Bhayangkara FC 0-1 dalam laga uji coba di Sawangan. (istimewa)
Stadion Sultan Agung bukanlah tempat baru bagi tim Macan Kemayoran di Liga Indonesia.
Sebab, pada tahun 2018, Persija Jakarta pernah menjadikan stadion tersebut sebagai kandang utama.
Hasilnya, selama tujuh pertandingan bermain di SSA, Ismed Sofyan dan kawan-kawan berhasil meraih empat kemenangan, dua hasil seri, dan sekali menelan kekalahan.
Selama bermain di SSA, tim kebanggaan The Jakmania berhasil mencatatkan 13 gol dari tujuh pertandingan.
Torehan tersebut lebih bagus dibandingkan ketika tim Macan Kemayoran bermain di markas utamanya yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat.
Saat bermain di SUGBK, Persija Jakarta hanya menciptakan 10 gol dari delapan pertandingan yang telah dimainkan.
Statistik tersebut menggambarkan tim Macan Kemayoran bisa lebih produktif dan bermain maksimal pada saat berkandang di SSA.