0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home IFTTT Sumber Pos

    Fakta Driver Uber "Ganti Jaket" Grab, Tak Pasti Lolos hingga Bayar Rp100.000

    13 min read


    via Sumber Pos April 08, 2018 at 07:30AM

    Fakta Driver Uber "Ganti Jaket" Grab, Tak Pasti Lolos hingga Bayar Rp100.000

    Fakhri Rezy, Jurnalis · Sabtu 07 April 2018 21:52 WIB
    https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 07 320 1883588 fakta-driver-uber-ganti-jaket-grab-tak-pasti-lolos-hingga-bayar-rp100-000-jMtwckTMvk.jpgIlustrasi (Foto: Reuters)
    JAKARTA - Grab telah mengakuisisi Uber di Asia Tenggara dan bisnis pengiriman makanan atau Uber Eats pada Senin, 26 Maret 2018.
    Dari aksi akuisisi ini, banyak perubahan yang mendasar, seperti komposisi saham di perusahaan Grab tersebut sebesar 27,5%. Selain itu, CEO Uber Dara Khosrowshahi juga akan bergabung dengan dewan direksi Grab.
    Grab juga akan siapkan platform khusus usai akuisisi Uber di Asia Tenggara. Uber akan dapat menggabungkan kekuatan kedua perusahaan tersebut ke dalam platform terpadu. "Di mana akan melayani kebutuhan perjalanan, pengantaran dan pembayaran jutaan orang setiap harinya di 117 kota di Indonesia," ujarnya.
    Berikut ini fakta-fakta Grab akuisisi Uber.
    1. Diakuisisi Grab, Driver Uber Harus Daftar Ulang
    Sejak mengumumkan resmi mengakuisisi perusahaan kompetitornya, Uber, pada 26 Maret lalu. Grab Indonesia pun membuka migrasi pengemudi dari Uber.
    Migrasi bukan sekedar pemindahan dari aplikator satu ke aplikator lainnya. Pengemudi ojek online dari Uber tetap harus mendaftar ulang untuk menjadi bagian dari GrabBike.
    Setidaknya terdapat beberapa tahapan bagi pengemudi, mulai dari kelengkapan dan keakurasian data saat registrasi, pengecekan motor, kemudian melakukan uji praktik berkendara aman, dan pelatihan penggunaan aplikasi hingga mendapatkan atribut untuk beroperasi.
    2. Ratusan Pengemudi Uber Berbondong-bondong Daftar ke Grab
    Ratusan pengemudi ojek online dari Uber berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk bermigrasi menjadi bagian dari mitra GrabBike. Salah satu fitur dari Grab untuk pengemudi ojek online.
    Seperti diketahui, Grab telah mengakuisisi perusahaan transportasi online, Uber di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini pun menyebabkan penghilangan aplikasi Uber di Asia Tenggara dan mengharuskan mitranya beralih ke aplikator lainnya.
    Berdasarkan pantauan Okezone, Jumat, 6 April 2018, di salah satu tempat pendaftaran mitra Grab yang terletak GOR Bendungan Hilir terlihat ratusan pengemudi berseragam Uber mengantri.
    Satu per satu pengemudi Uber ini pun mengisi formulir pendaftaran. Kemudian dengan sabar mengantri giliran proses registrasi hingga tes kemana berkendara yang menjadi bagian dari persyaratan.
    Head of GrabBike Indonesia Richard Aditya menyatakan, setidaknya untuk setiap harinya pendaftaran di GOR Benhil saja mencapai 300 pengemudi.
    3. Tidak Semua Pengemudi Bisa Migrasi ke Grab
    Tidak semua pengemudi bisa lulus menjadi bagian dari Grab. Pasalnya, dalam praktik berkendara aman, tiap pengemudi diharuskan melewati lima rintangan layaknya uji tes SIM. Berbedanya, dalam tes ini pengemudi harus melewati rintangan dengan membawa seorang penumpang.
    Head of Quality Control and Training GrabBike Indonesia Elang Merayu Sukma mengatakan, dalam tes tersebut pengemudi diberi dua kali kesempatan untuk melalui rintangan.
    "Kita lihat keseimbangan beliau, apa driver bisa jaga keseimbang dengan baik dan stabil. Itu juga kita tes dengan adanya penumpang," jelasnya.
    Bila dalam dua kali percobaan tak berhasil, pengemudi dipastikan tak lolos untuk menjadi mitra Grab. "Memang ada kemungkinan gagal. Kebanyakan gagal dirintangan angka 8 sama zigzag, kakinya kebanyakan turun. Yang gagal ga bisa lanjut ke proses selanjutnya (pelatihan aplikasi) harus ulang lagi prosesnya dari awal," tambahnya.
    Menurut Elang, hal ini untuk memastikan perusahaan tranportasi online itu memiliki mitra yang memang mampu berkendara baik. Oleh sebab itu, motor pengemudi pun dipatok berusia paling tua sembilan tahun.
    "Jadi kita juga cek kendaraannya, terutama bagian lampu dan ban. Motornya maksimal 9 tahun, jadi di bawah 2009 kita tidak bisa," ujarnya.
    4. Migrasi Driver Uber ke Grab Siapkan Uang Rp100.000
    Grab Indonesia membuka migrasi pengemudi ojek online dari Uber. Hal tersebut dilakukan sejak bisnis Uber di Asia Tenggara resmi diakusisi Grab.
    Head of GrabBike Indonesia Richard Aditya mengaku, pengemudi Uber yang mendaftar untuk menjadi mitra Grab dikenakan biaya Rp100 ribu. "Memang dikenakan Rp100 ribu, itu untuk top up dompet kredit dari driver baru ini," ujar dia.
    Pengenaan biaya itu akan masuk ke saldo kredit calon pengemudi Grab, saat lulus persyaratan. Sebagai mitra Grab memang diharuskan memiliki saldo kredit dalam akunnya.
    5. Pendaftaran Migrasi Uber ke Grab hingga 13 April 2018
    Head of GrabBike Indonesia Richard Aditya mengatakan, meski sejak tanggal 8 April 2018 nanti aplikasi Uber akan hilang, namun pendaftaran khusus bagi pengemudi Uber masih terus diberlakukan hingga 13 April 2018 mendatang.
    "Kita huka sampai Jumat depan khusus untuk Uber. Selebih lewat tanggal itu, kita buka pendaftaran seperti biasa, untuk umum (tidak khusus uber saja)," jelasnya.
    Adapun terdapat 5 titik pendaftaran yang dibuka oleh Grab di wilayah Jabodetabek. Kelimanya yaitu GOR Benhil, Taman Wiladatika, Cibubur, kemudian di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat, dan Tulip Square, Sawangan, serta Cikarang.
    Pendaftaran di Gor Benhil sendiri, kata Richard, rata-rata tiap harinya mencapai 300 pengemudi. "Sejak 26 Maret kita buka, kita rata-rata tiap harinya sekitar 300 pengemudi dari Uber," sebutnya.
    (rzy)
    Komentar
    Additional JS