Cristiano Ronaldo Cedera Kepala Karena ‘Kualat’ Ejek Lionel Messi?
3 min read
via Sumber Pos January 23, 2018 at 08:46AM
Cristiano Ronaldo Cedera Kepala Karena ‘Kualat’ Ejek Lionel Messi?
Cristiano Ronaldo mengalami cedera kepala dalam pertandingan Real Madrid vs Deportivo La Coruna pada Minggu, 21 Januari 2018 lalu. Apakah hal ini terjadi karena CR7 kualat kepada Lionel Messi? Pasalnya, sebelum mengalami cedera, Ronaldo kedapatan ‘mengejek’ La Pulga sebagai pemain yang buruk.
Real Madrid berhasil bangkit dari krisis dengan mencukur Deportivo La Coruna 7-1 di Santiago Bernabeu. Dalam laga tersebut, Cristiano Ronaldo mencetak brace, yang membuat secara total dia sudah mengemas delapan gol di Liga Spanyol. Namun, CR7 harus menepi dari lapangan setelah bagian pelipisnya terkena ‘hajaran’ sepatu Fabian Schar, bek La Coruna.
Uniknya saat dibawa menepi, Ronaldo sempat-sempatnya meminjam ponsel salah satu anggota tim fisioterapis Real Madrid. Bukan untuk hal lain, tetapi untuk bercermin memeriksa lukanya itu. Meskipun demikian, tidak sedikit yang memperolok Ronaldo, karena menganggapnya terlalu peduli pada penampilan, seolah takut wajah gantengnya ‘berkurang’ karena darah di pelipis.
Tidak kalah unik adalah, kejadian beberapa waktu sebelum Cristiano Ronaldo cedera. Tepatnya sebelum laga Madrid versus La Corunja dimulai. Ketika itu sang mantan winger Manchester United sedang bersiap di lorong menuju lapannga pertandingan. Ronaldo terlibat percakapan dengan beberapa anak gawang yang tampakberseri-seri bisa berbicara dengannya.
Salah satu anak gawang berkata, “Bagiku kamu adalah pemain terbaik dunia, sedangkan Messi …”
Ronaldo merampungkan kalimat itu dengan kata, “Buruk”, dan disambut senyum serta tawa punggawa Real Madrid lainnya, termasuk Gareth Bale dan Dani Carvajal yang posisinya paling dekat dengan Ronaldo.
Lalu, seorang anak lain menimpali lagi, “(Messi adalah yang) terburuk).”
Sembari tersenyum, Ronaldo mengacungkan jempol untuk sang anak gawang.
Apakah berarti Ronaldo ‘kualat’ karena mengejek Messi? Tampaknya tidak juga. Pembicaraan semacam itu normal-normal saja terjadi di dunia sepakbola, bahkan lebih dianggap sebagai guyonan daripada ejekan. Apalagi hal ini terjadi di Santiago Bernabeu, tempat Cristiano Ronaldo selalu dipuja sebagai sosok nomor satu.
Seorang netizen bernama Iant Bartley mengomentari, “Ini cuma candaan. Ronaldo berulang kali memuji Messi, dan begitu pula sebaliknya. Mereka bukan sahabat, tetapi bukan pula musuh. Medialah yang membuat seakan terjadi persaingan sengit.”