7 Fakta Terkait Mitos Seputar Fenomena Supermoon 2018 - Tirto.ID
3 min read

via Sumber Pos January 30, 2018 at 07:30PM
7 Fakta Terkait Mitos Seputar Fenomena Supermoon 2018 - Tirto.ID
tirto.id - Usai muncul mengawali Tahun Baru 2018, supermoon diprediksi akan kembali menyapa pada 31 Januari mendatang. Sebagian orang menyebut fenomena ini sebagai blue moon, yang rata-rata terjadi dua setengah tahun sekali.
Supermoon ini terjadi ketika bulan berada di posisi orbit terdekatnya dengan bumi. Karena orbit bulan berbentuk elips, satu sisi ( apogee) berjarak sekitar 30.000 mil (50.000 km) lebih jauh dari Bumi daripada sisi yang lain ( perigee).
Perigee terdekat bulan penuh tampak sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari yang terjadi di dekat apogeeorbit bulan. Karenanya, orang-orang menantikan momen ini, di mana bulan terlihat sangat dekat dengan bumi, besar, dan terang, hingga rasa-rasanya bisa disentuh.
Terlepas dari keindahannya, s upermoonkerap diidentikkan dengan segala kemunculan vampir, berubahnya sosok baik menjadi jahat, kegilaan, epilepsi, bunuh diri, dan pembunuhan. Berikut tujuh fakta seputar bulan purnama super ini beserta penjelasan ilmiahnya, seperti dilansir Space.com .
Mengutip Live Science , sebuah penelitian pada 2010 yang menggunakan data kepolisian, astronomi, dan cuaca dari San Antonio, Texas, tidak menemukan kaitan bahwa fase bulan mempengaruhi jumlah kejahatan yang dilaporkan ke polisi. Penelitian ini dipublikasikan di Journal of Criminal Justice.
Tak hanya itu, gravitasi matahari juga dapat menarik bumi dan bulan ke arah yang lebih dekat, sehingga menyebabkan variasi orbital.
Ilmuwan menganggap diri mereka beruntung jika dapat melihat perbedaan tingkat air pasang. Biasanya, supermoon menyebabkan air pasang berubah kurang dari satu inci.
Para ilmuwan memperkirakan pada saat pembentukan, bulan berada pada jarak sekitar 14.000 mil (22.530 kilometer) dari Bumi. Namun sekarang, jaraknya sekitar 238.900 mil (384.402 kilometer).
Baca juga artikel terkait SUPERMOON atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
Supermoon ini terjadi ketika bulan berada di posisi orbit terdekatnya dengan bumi. Karena orbit bulan berbentuk elips, satu sisi ( apogee) berjarak sekitar 30.000 mil (50.000 km) lebih jauh dari Bumi daripada sisi yang lain ( perigee).
Perigee terdekat bulan penuh tampak sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari yang terjadi di dekat apogeeorbit bulan. Karenanya, orang-orang menantikan momen ini, di mana bulan terlihat sangat dekat dengan bumi, besar, dan terang, hingga rasa-rasanya bisa disentuh.
Terlepas dari keindahannya, s upermoonkerap diidentikkan dengan segala kemunculan vampir, berubahnya sosok baik menjadi jahat, kegilaan, epilepsi, bunuh diri, dan pembunuhan. Berikut tujuh fakta seputar bulan purnama super ini beserta penjelasan ilmiahnya, seperti dilansir Space.com .
- Supermoon tidak akan menghancurkan bumi
Terlepas dari klaim beberapa orang di seluruh dunia, supermoon tidak akan membuat Bumi hancur. NASA menjelaskan, fenomena ini biasa terjadi karena bulan tepat berada pada orbit elips dalam posisi terdekat sehingga tidak akan keluar dari orbitnya dan merusak Bumi.
- Supermoon tidak akan menimbulkan kegilaan
Mengutip Live Science , sebuah penelitian pada 2010 yang menggunakan data kepolisian, astronomi, dan cuaca dari San Antonio, Texas, tidak menemukan kaitan bahwa fase bulan mempengaruhi jumlah kejahatan yang dilaporkan ke polisi. Penelitian ini dipublikasikan di Journal of Criminal Justice.
- Tidak semua Supermoon ukurannya sama
Tak hanya itu, gravitasi matahari juga dapat menarik bumi dan bulan ke arah yang lebih dekat, sehingga menyebabkan variasi orbital.
- Supermoon tampak lebih besar pada musim dingin
- Supermoon tak akan banyak mempengaruhi gelombang laut
Ilmuwan menganggap diri mereka beruntung jika dapat melihat perbedaan tingkat air pasang. Biasanya, supermoon menyebabkan air pasang berubah kurang dari satu inci.
- Supermoon akan semakin kecil
Para ilmuwan memperkirakan pada saat pembentukan, bulan berada pada jarak sekitar 14.000 mil (22.530 kilometer) dari Bumi. Namun sekarang, jaraknya sekitar 238.900 mil (384.402 kilometer).
- Supermoon terjadi setiap tahun
Baca juga:
Baca juga artikel terkait SUPERMOON atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - rat/rat)